batampos.co.id – Dermaga peti kemas Pelabuhan Batuampar, Kota Batam, ambles Rabu (12/6/2019) sore. Proses bongkar muat kontainer di bagian yang ambles terpaksa digeser ke bagian lain yang masih utuh dan dianggap aman.

Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, BP Batam akan segera memperbaiki.

“Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar,” katanya, Kamis (13/6/2019).


Menurut dia, awalnya BP Batam akan melakukan lelang proyek tersebut. Tetapi dengan kondisi seperti itu, pihaknya akan bergerak cepat.

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Proses perbaikan kata dia, akan dilakukan secepat mungkin dengan penunjukan langsung, tanpa proses lelang karena mendesak.

Meskipun BP Batam berencana untuk menunjuk langsung kontraktor, tapi mereka akan membawanya terlebih dahulu ke Dewan Kawasan (DK) untuk meminta persetujuan.

Secara garis besar, proses revitalisasi Pelabuhan Batuampar merupakan proyek jangka panjang. Dalam hal ini, pemerintah mengucurkan dana hingga Rp 1,4 triliun.

Namun, dana yang sudah terkonfirmasi akan turun saat ini baru Rp 300 miliar. “Anggaran dan persiapan sudah dilakukan. Salah satunya dokumen yang masuk ke unit layanan pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pengumuman saja,” jelasnya.

Dengan kejadian itu, maka ULP dihentikan. “Kalau ULP dilanjutkan maka prosesnya akan lebih lama lagi. Bisa Oktober atau September baru mulai,” jelasnya lagi.

Sehingga dengan kondisi darurat seperti ini, ULP tak diperlukan. Sehingga opsi penunjukan langsung bisa dilaksanakan.

“Dengan harapan, Juli sudah langsung dikerjakan. Tapi tentu saja, kita bawa ke pimpinan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Meski dermaganya ambles, tapi aktivitas kegiatan bongkar muat di pelabuhan tidak terganggu. Kegiatan tetap berjalan seperti biasa.(leo)

Loading...