DI sini, orang mungkin masih perlu bertanya, mengutip sebuah lagu dangdut, ’’Kau masih gadis atau sudah janda’’. Tapi, di Desa Yay Pote Gyi, Myanmar, sama sekali tak perlu melakukan itu.

Sebab, di sana, cukup dengan melihat model rambut sudah ketahuan gadis yang ditaksir masih anak-anak, sudah siap kencan, atau sudah menikah. Dilansir BBC, tradisi menata rambut tersebut dilakukan penduduk setempat sejak 200 tahun lalu dan masih bertahan sampai sekarang.

Anak-anak dikuncir ekor kuda tinggi di bagian atas kepala. Selanjutnya, remaja membentuk kuncirannya seperti jambul. Adapun mereka yang sudah berusia 18 tahun dan siap berkencan rambutnya dimodel cepol di atas kepala.


Ingat ya, yang tatanan rambutnya model cepol. Sebab, walau sudah berusia 18 tahun, jangan sekali-sekali mengajak kencan perempuan yang rambutnya digelung di belakang.
Jika nekat, siap-siap saja babak belur dipukuli suaminya. Ya, sebab, model rambut gelung belakang itu hanya dipakai untuk perempuan yang sudah menikah. (sha/c22/ttg)

Loading...