batampos.co.id – Temuan limbah plastik yang terindikasi kuat merupakan limbah berbahaya dan beracun (B3) mendapat tanggapan dari anggota DPRD Batam dari Komisi III yang membidangi masalah lingkungan hidup, sarana dan prasarana, Jefri Simanjuntak, Jumat (14/6).

“Jangan dibiarkan Batam dijadikan sasaran tempat pembuangan limbah plastik B3 dari negara luar. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan DLH wajib mentuntaskan permasalahan limbah di Batam, wajib mengusut tuntas siapa importirnya, siapa dalangnya yang memasukkan limbah plastik B3 ke Batam, sekaligus limbah tersebut wajib di re-ekspor atau dikembalikan ke negara asal oleh yang sudah mengimpornya,” ujarnya.

Soal penyidikan atau pengusutannya, Jefri berharap tim gabungan yang terdiri dari KLHK, DLH dan Bea Cukai berharap bisa bekerja dan bersinergi dalam mentuntaskan permasalahan Batam dibanjiri limbah plastik dari negara luar tanpa pandang bulu siapa pengimpornya.

Limbah plastik.
foto: batampos.co.id / cecp mulyana

“Masyarakat Batam ini sangat berharap permasalahan limbah plastik di Batam yang menumpuk sejak lama ini bisa dituntaskan, dikembalikan ke negara asalnya. Sebab, kalau dibiarkan berlarut-larut, dampaknya akan mengancam kesehatan masyarakat Batam,” terangnya.

“Ini harus dievaluasi total. Kok bisa limbah plastik dari luar negeri itu bisa masuk ke Batam. Padahal untuk segala perizinan impor limbah tersebut, berada di pusat. Sedangkan daerah tak memiliki kewenangan untuk itu,” tegasnya.

Jefri berharap Kementerian Lingkungan Hidup bisa meninjau ulang perizinan perusahaan penghasil pemanfaatnan limbah plastik dan terbukti telah mengimpor limbah plastik B3 ke Batam agar tak lagi dikeluarkan izin impor limbah plastik.

“Sesegera mungkin kami akan coba mengagendakan RDP terkait permasalahan limbah plastik dari luar negeri ke Batam. Kami akan undang perusahaan pengimpor limbah plastik, kok bisa limbah plastik B3 diimpor, ditimbun di Batam,” ujarnya mengakhiri. (gas)