Sabtu, 4 April 2026

Mengenal Kapal Patroli Yudhistira 8003 Milik Polairud yang Diawaki Polwan

Berita Terkait

batampos.co.id – Dirpolair Korpolairud, Brigjen polisi Lotharia Latif memimpin pelayaran perdana patroli laut menggunakan Kapal Yudhistira-8003. Kapal patroli terbesar yang dimiliki oleh kepolisian perairan di Indonesia buatan anak negeri yang memiliki panjang kapal mencapai 73 meter dan lebar 11,35 meter ini bertolak dari dermaga Mako Ditpolair Korpolairud Tanjungpriok, Rabu (12/6/2019).

Bermesin penggerak utama Caterpilar, kapal patroli Yudhistira-8003 mampu melaju dengan kecepatan maksimum 18 knot, serta memiliki daya jelajah selama 10 hari di laut.

Tak itu saja. Kapal Yudhistira-8003 juga dilengkapi sejumlah peralatan canggih navigasi antara lain radar arpha dan alat pendeteksi kaapal automatic identification system (AIS) dan juga bow truster. Sehingga memudahkan olah gerak kapal yang juga dilengkapi landasan helikopter di buritan kapal.

Dalam pelayaran kali ini, Dirpolair didampingi oleh Kasubdit Fasharkan, Kombes polisi M Yasin Kosasih, Kasubdit Binmas Perairan, Kombes polisi Oka Eswara Dwi Candrana, MPB dan Kabag Keselamatan Penerbangan dan Pelayaran, Kombes polisi Putut Prayogi serta beberapa perwira staf.

Yang menarik dalam pelayaran perdana ini adalah keikutsertaan 12 personel Polisi Wanita (Polwan) remaja yang baru saja bergabung menjadi anggota baru Ditpolair Korpolairud untuk pengenalan, pelatihan dan sosialisasi peralatan utama (kapal) dalam sebuah kegiatan patroli laut.

Brigjen Lotharia Latif dalam sambutannya pada upacara pemberangkatan kapal, mengingatkan perlunya seluruh personel yang ikut dalam pelayaran untuk senantiasa waspada, menjalin kekompakan dan kebersamaan.

“Kami akan melaksanakan pelayaran perdana kapal ini dengan kehati-hatian. Saya minta seluruh personel waspada dan perlunya dicatat setiap permasalahan yang timbul di kapal saat pelayaran, baik dari segi badan kapal, mesin kapal maupun peralatan navigasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat segera dilakukan perbaikan dan penyempurnaan jika terdapat kekurangan,” ujarnya.

Jajaran perwira Dirpolair Korpolairud yang dipimpin oleh Brigjen Lotharia Latif yang memimpin pelayaran perdana patroli laut menggunakan Kapal Yudhistira-8003. Kapal patroli terbesar yang dimiliki oleh kepolisian perairan di Indonesia buatan anak negeri.

Kepada para personel polwan remaja yang ikut dalam pelayaran tersebut, Brigjen Lotharia Latif berpesan agar secepatnya mereka dapat menyesuaikan diri, semangat berlatih, dan mampu mengoperasikan peralatan yang sesuai dengan peruntukannya pada saat kapal berlayar.

“Ya, ke depan kita akan tempatkan polwan-polwan baru untuk mengawaki kapal patroli kita,” ujarnya.

Terpisah, Kasubdit Patroli Perairan Kombes Pol. Makhruzi Rahman mengatakan bahwa dalam rencana operasi Kapal Patroli Yudistira-8003 ini akan melaksanakan pelayaran perdananya dimulai dari Jakarta menuju ke Perairan Kepri kemudian kapal akan standby di Batam.

“Benar, Kapal Patroli Yudistira kita prioritaskan untuk pengamanan dan pencegahan gangguan kamtibmas di wilayah perairan Polda Riau, Polda Kepri dan Polda Kalbar dengan status Kendali Operasi Pusat,” jelasnya.

Selain melaksanakan tugas mengamankan wilayah perairan khususnya perbatasan, lanjutnya, kapal berkapasitas 36 kru tersebut juga akan melaksanakan tugas penegakan hukum terhadap kapal-kapal yang diduga melakukan tindak pidana, melaksanakan Polmas Perairan dan Quick Wins di wilayah pesisir dan kawasan serta tugas multifungsi lainnya.

“Wilayah perairan kita sangat luas ya, dibutuhkan kapal berukuran cukup besar seperti ini. Dengan begitu tugas Kepolisian Perairan dapat berjalan lebih optimal,” terangnya.

Dari Tanjungpriok menuju Batam, Kapal Patroli Yudhistira ini menempuh perjalanan selama 47 jam.

Kasubdit Fasharkan, Kombes Yasin Kosasi yang ikut serta dalam pelayaran mengatakan, secara umum seluruh peralatan kapal dapat beroperasi secara normal. Baik komponen seperti lambung kapal, peralatan navigasi dan mesin, semuanya berfungsi dengan baik. Sementara kondisi cuaca secara umum di perairan juga bagus.

Brigjen Lotharia Latif, saat memasuki perairan Nongsa, langsung memimpin upacara penyematan brevet Bhayangkara Bahari yang diberikan kepada 12 polwan perairan dan brevet Bhayangkari Bahari kehormatan kepada capt. Joko yang juga ikut dalam pelayaran dari Tanjungpriok menuju Batam.

Brevet Bhayangkara Bahari diberikan kepada polwan perairan sehubungan dengan penilaian bahwa mereka telah menunjukkan kemauan dan komitmen yang tinggi dalam bertugas di atas kapal patroli. Sedangkan capt Joko dinilai berjasa membantu Ditpolair Korpolairud dalam proses pendistribusian kapal-kapal baru yang berukuran kecil yang diproduksi di Jakarta dan diperuntukkan bagi Polda-Polda di pelosok tanah air.

“Kami sangat bangga, polwan-polwan kita telah berusaha menunjukkan kemampuannya sebagai anggota Polair. Brevet Bhayangkara Bahari yang kita berikan kali ini adalah sebagai wujud dan komitmen kita, bahwa Polwan Perairan telah siap mengawaki kapal patroli. Kepada Capt. Joko atas nama Kepolisian Perairan saya mengucapkan terima kasih atas bantuannya selama ini,” ujar Brigjen Lotharia Latif.

Tampak kebahagiaan terpancar dari 12 personel Polwan Perairan yang mampu menyelesaikan pelayaran perdananya bersama kapal terbesar yang dimiliki oleh Ditpolair Korpolairud saat ini.

“Ya, senang dan bangga. Ini pengalaman pertama saya berpatroli dengan kapal patroli. Cukup berat memang, namun kami siap”, ujar Bripda Yanti

Seperti diketahui Kepolisian Perairan Korpolairud untuk kali pertama menugaskan sejumlah 12 Polwan Perairan untuk bertugas dalam kegiatan patroli laut dengan mengikuti pelayaran perdana dengan Kapal Patroli Yuditira-8003.

Kegiatan patroli dengan mengikut sertakan 12 personel Polwan tersebut adalah dalam rangka pengenalan, pelatihan dan sosialisasi peralatan utama (kapal) dalam sebuah kegiatan patroli laut. Ke 12 personel Polwan ini, 6 orang diantaranya adalah lulusan baru dari Pendidikan Pembentukan Brigadir Kepolisian yang masing – masing memiliki latar belakang pendidikan formal Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran (SMK Pelayaran).

Dalam keterangannya, Dirpolair mengatakan bahwa Polwan Perairan ini nantinya akan mendapatkan kesempatan yang sama dengan personel lainnya sehingga nantinya dapat mengawaki kapal patroli atau bahkan menjadi seorang komandan kapal patroli.

“Saat ini kita sedang mengkaderisasi polwan perairan agar nantinya ada kemampuan dan kemauan dari mereka untuk mengawaki kapal – kapal patroli kita. Dulu sudah pernah ada satu personel polwan menjadi komandan kapal, namun saat ini yang bersangkutan sedang mengikuti pendidikan pengembangan. Kita akan wujudkan penerusnya, menjadi komandan dan atau ABK kapal. Sehingga ke depan menjadi polwan perairan yang bertugas di kapal patroli pun merupakan kebanggaan bagi mereka,” tutup Brigjen Latif. (gas)

 

Update