batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi meminta ketegasan pusat terkait hasil temuan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di salah satu kawasan industri di Kabil.

“Hari ini mereka masih sidak kalau saya tidak salah. Herman (Kadis Lingkungan Hidup, red) belum ada menyampaikan laporan ke saya terkait yang kemarin,” kata dia, Jumat (14/6).

Walikota Batam, Rudi, SE
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Ia menjelaskan terkait izin dan lainnya tentang impor sampah plastik itu semua dari pusat. Pihaknya sudah meminta agar kementerian membatasi kuota impor sampah plastik ke Batam.

“Izin kan di mereka semua. Dari dulu saya minta kalau bisa jangan ada lagi pengolahan sampah plastik di Batam kalau biji plastik boleh. Cuma kalau mendatangkan sampah dalam jumlah yang sangat besar tentu akan menimbulkan pencemaran lingkungan kita,” ungkapnya.

Pengecekan limbah.
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Mengenai tindakan yang akan diambil itu diserahkan kepada KLHK. Sebab izin mereka yang mengeluarkan tentu mereka yang berhak mengeluarkan kebijakan.

“Mau diapakan sampah dan limbah beracun yang masih tertahan di Batam ini. Itukan racun harus segera ditangani. Apakah dikembalikan ke negara asalnya atau seperti apa. Itu dari Singapura kalau tak salah,” tambahnya.

Rudi berharap ada jawaban dan tindakan tegas dari temuan di Kabil ini. Batam menolak masuknya sampah dari luar karena mempertimbangkan dampak lingkungan yang ditimbulkan.

“Kita sudah dari tahun lalu menolak. DLH juga sudah beberapa kali turun dan mengecek perusahaan pengolahan sampah plastik ini,” ungkap mantan anggota DPRD Batam ini. (yui)