batampos.co.id – My Mart, demikian orang banyak menyebut. Sebenarnya nama aslinya ialah Calnaval Mall,  Batam Center. My Mart ialah nama salah satu toko di dalam mal itu.

Pada masanya mal pertama di Batam Center ini menjadi kawasan favorit bagi anak-anak sekolah di tahun 2000-an. Tidak hanya untuk anak-anak yang berada di seputaran Batam Center saja, tetapi juga bagi mereka yang tinggal dan sekolah jauh dari berbagai daerah.

Naik angkot cukup bilang, “My Mart.” Lalu duduk manis, sampai deh.

Agung, 31, adalah salah satunya pelajar kala itu.

My Mart yang menyediakan toko buku, swalayan Matahari lengkap dengan arena permaianan anak-anak, hingga arena permainan bowling, menjadi lokasi yang selalu didatangi bersama kawan-kawannya.

“Tiap pulang sekolah langsung main ke sana (My Mart), dari Batu Aji naik Damri ongkos Rp 500, pulangnya sore, kadang malam juga pernah,” kata Agung yang saat itu sekolah di SMPN 9 Batam yang saat ini berada di kawasan Kecamatan Sagulung, sebelum terjadi pemekaran SMP N 9 Batam ini mesih berada di bawah administrasi Kecamatan Batu Aji.

Agung menerangkan, masa remajanya kala itu sangat lekat dengan kawasan tersebut, khususnya lokasi permaianan anak-anak, time zone, dindong, bom-bom car, dan gelanggang permainan anak yang ada di kawasan yang saat ini tengah dibangun pusat perbelanjaan baru yang cukup besar di Batam.

foto: flickr

My Mart memiliki lahan yang luas tapi tak semua lahan ia manfaatkan untuk gedung. masih banyak lokasi terbuka. Tak perlu masuk ke mal. Cukup duduk sore di pelatarannya saja sudah menyenangkan. Kongkow bersama kawan tentu saja ditemani kudapan.

Zaman itu ada aneka makanan dijajakan di sana. Ada teh botol yang menggunakan botol beling dijajakn berkelilng menggunakan dorongan kecil. Pun kudapan lain, tentu saja.

Di mal ini masih ada Warnet (warung internet) juga wartel (warung telepon). Masa itu ponsel tak seramai saat ini. Masa ini internet tak pula ada di ponsel.

O iya, di Dang Merdu, lokasi di seberangnya – sekarang telah digusur- ialah pujasera. Benar-benar lokasi di sekitar situ menjadi titik kumpul warga Baam, kala itu.

Tidak hanya itu, My Mart yang sering dijadikan sebagai lokasi festival musik, menjadi daya pikat yang tidak bisa ia lewatkan. Setiap ada event di sana, Agung selalu menyempatkan diri untuk hadir.

“Kadang ikut manggung, kadang cuma nonton aja, masa-masa paling bandel waktu itu,” kata bapak satu putri ini.

Itula satu titik di Batam yang Agung suka. Kamu, titik mana yang kam suka? Kirim ke imel [email protected] ya….. ceritakan kenanganmu di sana. (bbi)