batampos.co.id –  Pelayanan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Batam ramai oleh warga yang mengajukan surat pindah masuk Batam dan keluar Batam. Setiap bulannya, Disdukcapil Batam mengeluarkan sekitar dua ribu surat pindah bagi warga yang ingin keluar Batam.

“Kami proses saja. Kan tidak ada aturan yang melarang mereka masuk Batam. Antara masuk dan keluar itu jumlahnya tak jauh berbeda,” kata dia, Selasa (11/6) lalu.

Ia menyebutkan satu hari pelayanan untuk surat pindah dibatasi hingga dua ratus pengajuan.

“Pembatasan ini sesuai dengan kemampuan petugas pelayanan. Kan kasihan juga warga kalau sudah capek menunggu malah tidak dilayani. Jadi biar sama-sama nyaman,” ujarnya.

Said menambahkan, hasil rekap perpindahan penduduk ini baru bisa didapatkan di akhir bulan mendatang. Petugas biasanya mendata per bulan sebelum dilaporkan ke pusat.

“Sekarang diproses dulu semuanya. Mereka yang ingin pindah akan dibantu. Berkas pengajuan akan diproses sesuai dengan ketentuan paling lama hingga 14 hari kerja,” terang mantan camat Batuampar ini.

Terkait ruang pelayanan Disdukcapil saat ini, Said mengaku memang sudah sempit. Ruang tunggu yang terbatas membuat antrean sampai keluar ruang pelayanan. Ia berencana akan meningkatkan fasilitas pelayanan agar warga nyaman saat mengurus berkas. Kondisi ini lanjutnya sudah dilaporkan kepada pimpinan.

Pada hari pertama masuk kerja, Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, kebanjiran surat permohonan. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Nanti mau direnovasi ruang pelayanannya. Jadi rencananya akan dibuat menjadi tiga lantai. Khusus ruang pelayanan akan diperluas jadi warga tidak berdesakan,” ucapnya.

Untuk pelayanan e-KTP saat ini memang belum berjalan maksimal. Ketersediaan blangko juga masih menunggu dari pusat. Pihaknya sudah mengajukan permintaan, mungkin dalam waktu dekat ini akan dijemput dan semua berkas diproses.

Muhammad Arif, salah seorang warga yang ikut mengantre mendapatkan pelayanan surat pindah menuturkan sudah datang sejak pukul 08.00 WIB. Setelah berebut antrean dengan warga lainnya, pengajuan surat pindah masuk bisa diproses.

“Saya dari Makasar. Mau kerja di Batam jadi saya daftar dulu sebelum membuat e-KTP sini,” sebutnya.

Ia mengaku selama berada di ruang tunggu sedikit merasa tidak nyaman karena pendingin ruangan yang mati.

“Jadi tadi kipas-kipas juga di dalam,” tambahnya.(yui)