batampos.co.id – Masyarakat Sagulung yang anaknya tidak tertampung di SMP Negeri kembali berkumpul di SMP Negeri 9 Batam di Sagulung, siang ini.

Mereka menemui langsung Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, untuk meminta kebijakan agar anaknya bisa diterima di sekolah negeri.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung, dalam laporannya menyebutkan ada sekitar 709 siswa tamatan Sekolah Dasar (SD) yang tidak tertampung di SMP Negeri tahun ini.

Kata dia, anak-anak tersebut belum mendapatkan kepastian akan bersekolah di mana. Sebab sekolah yang ada masih bertahan dengan kuoata PPDB online yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Para orang tua siswa mendatangi SMP Negeri 9 Kota Batam untuk mengadukan nasib anak-anak mereka yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri. Foto: Eja/batampos.co.id

“Jika dipaksakan masuk ke sekolah negeri yang ada, maka sistem belajar ataupun rombel dan jumlah siswa perkelas akan ditambah. Itulah masalah yang terjadi di sini pak wali,” ujar Andi kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Pantauan batampos.co.id di lapangan, ratusan orangtua yang datang bersama anak mereka memadati lokasi SMP Negeri 9 sejak pukul 09.00 WIB. Mereka berkumpul untuk bertemu langsung dengan Wali Kota Batam.

Saat bertemu dengan Rudi, tidak sedikit orangtua yang mengusulkan agar Pemko Batam mendirikan sekolah baru untuk menampung anak-anak yang tidak lolos PPDB online.