batampos.co.id – Walikota Batam Muhammad Rudi mengaku pengelolaan taman di sekitar area jalan layang (flyover) Laluan Madani hingga kini belum diminati swasta. Padahal pihaknya telah menawarkan beberapa kali ke swasta.
“Kami serahkan sudah, tapi tidak ada yang mau, (biaya) terlalu mahal,” ucap Walikota Batam, Rudi, usai meninjau sejumlah titik taman, Selasa (11/6/2019).
Ia mengungkapkan, perombakan taman tersebut sehingga dapat dibangun kembali mencapai Rp 7 miliar. Hal ini belum termasuk perawatan yang mencapai puluhan juta per bulan.
“Perawatannya ngeri per bulan. Pupuknya, tukang jaga dan lain-lain. Satu petak (sisi) minimal 10 orang, satu orang gajinya Rp 3 juta sudah Rp 30 juta hanya untuk gaji, makanya tak ada mau,” paparnya.

Untuk itu, ia mengatakan swasta hanya mampu ikut andil untuk taman-taman yang kecil. Taman-taman tersebut dikembangkan berdasarkan desain dari Pemko Batam.
“Makanya sekarang yang rawat terpaksa dinas (Disperkimtan, red),” katanya.
Untuk kepentingan pengembangan taman di empat sisi jalan layang, bahkan Pemerintah Kota Batam telah menggelar sayembara desain era Herman Rozie mejabat Kepala Disperkimntan (kini mejabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup). Besarnya biaya yang dibutuhkan untuk membangun taman, Pemko Batam mencoba menawarkan beberapa alternatif kepada perusahan.
Hal ini seiring arahan Walikota Rudi pengembangan taman akan memanfaatkan CSR perusahaan yang ada di Batam.
Tidak hanya itu, Ruang Terbuka Hijau (RTH) antara Simpang Jam hingga Simpang Kabil juga dikembangkan, namun sayang pohon-pohon yang ditanam saat gotongroyong, Maret 2018 lalu ada yang mati.
“Pohon yang mati cepat ganti, saya sudah bilang sama Disperkimtan,” kata Rudi. (iza)
