Kamis, 12 Februari 2026

SMAN 10 Batam Korbankan Ruang Guru dan Laboratorium untuk Dijadikan Ruang Belajar

Berita Terkait

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMA sederajat akan dibuka pada 1 Juli 2019 mendatang. Dalam waktu yang menyisakan kurang dari dua pekan tersebut, sejumlah sekolah masih memiliki masalah, khususnya soal daya tampung.

Salah satunya adalah SMAN 10 Batam. Sekolah yang terletak tidak jauh dari Jembatan 5 Barelang, Sijantung, Kecamatan Galang itu hanya mampu menyediakan empat lokal untuk menampung murid baru.

Dari empat lokal tersebut, dua diantaranya adalah ruang guru dan laboratoium jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang saat ini masih difungsikan seperti biasa.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala SMAN 10 Batam, Heni Aprianie, menjelaskan, dari jumlah lokal yang bisa dimaksimalkan tersebut, pihaknya hanya bisa menampung sebanyak 144 murid baru pada PPDB kali ini.

SMA Negeri 10 Kota Batam harus mengorbankan ruang guru dan laboratoriumnya untuk dijadikan ruang kelas. Hal itu dilakukan karena ruang kelas sekolah tersebut tidak akan mencukup jumlah calon siswa pada PPDB yang akan dilaksanakan pada Juli mendatang. Foto: Bobi/batampos.co.id

“Dua lokal harus kami antisipasi di laboratorium IPA dan ruang guru dialihfungsikan menjadi kelas, mau tidak mau harus kita lakukan,” kata Heni ketika dihubungi batampos.co.id, Senin (17/6/2019)

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Heni mengaku agak khawatir dengan daya tampung sekolah. Terlebih SMAN 10 Batam menjadi tujuan utama bagi anak-anak di pesisir di Kecamatan Galang ini.

Heni memprediksi, setidaknya akan ada lebih dari 150 murid baru yang akan bersekolah di SMAN 10 Batam.

Persoalan ini, Lanjut Heni, sudah ia sampaikan kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri. Saat itu, pihaknya meminta Disdik memperluas area sekolah dengan membeli lahan milik warga yang ada di sekitar sekolah.

Rencana tersebut disambut baik Disdik, hanya saja prosesnya memang membutuh waktu yang tidak sebentar. Sehingga prosesnya tidak bisa langsung dilakukan.

Disdik Kepri, tutur Heni lagi, akan berupaya melakukan pembebasan lahan terlebih dahulu, baru kemudian mengusahakan terbangunnya lokal tambahan di sekolah yang berada di dekat laut ini.(bbi)

Update