batampos.co.id -Masyarakat pengguna jasa transportasi massal di wilayah Batuaji dan Sagulung kembali menyoroti angkutan kota (angkot) yang beroperasi di sana.

Pasalnya angkot-angkot di kawasan tersebut umumnya berkaca gelap dan tidak terpantau dari luar.

Heni, pengguna angkot di Batuaji mengatakan, hal itu dikhawatirkan bisa memicu terjadi tindak kriminal kepada penumpang.

Terlebih kata dia, penumpang angkot didominasi kaum perempuan.

“Itulah kenapa kami protes dengan kaca gelap, karena banyak oknum sopir yang bertindak semaunya,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Ilustrasi. Dinas Perhubungan mencopot angkutan kota yang menggunakan kaca hitam. Foto: Dokumentasi batampos.co.id

Pantauan di lapangan, umumnya angkot di Batuaji berkaca gelap di atas 40 persen sehingga tidak terlihat dari luar.

Baca Juga: Ide Pak Kadishub, Angkot Tak Layak Operasi Tak Boleh Beroperasi di Jalan Raya

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Rustam Effendi, saat dikonfirmasi, mengaku, akan menindak tegas angkot berkaca gelap yang masih beroperasi.

Tindakan keras ini berupa tidak melayani uji KIR jika sewaktu-waktu mereka kedapatan razia ataupun datang mengurus KIR ke kantor Dishub Batam.

“Itu (angkot berkaca gelap) jadi syarat KIR. Tak dilayani kalau kedapatan di jalan ataupun saat mereka datang ke kantor untuk uji KIR,” ujar Rustam, Senin (17/6/2019).

Pihaknya akan melakukan razia untuk semua jenis kelengkapan dan kelayakan angkot termasuk kecerahan kaca angkot. “Nanti kami razia lagi, khusus di Batuaji dan Sagulung ini,” ujar Rustam.

Baca Juga: Polisi Bidik Angkot Tak Layak

Kekhawatiran penumpang angkot di kawasan Batuaji, bukan tanpa sebab. Karena sudah banyak penumpang yang diperlakukan tidak senonoh oleh oknum sopir angkot.

Beberapa waktu lalu sempat heboh dengan kasus pemerkosaan di daerah Sukajadi oleh oknum sopir angkot, karena berkaca gelap dan tidak terpantau oleh pengguna jalan lain dari luar.(eja)