batampos.co.id – Usai perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah, pasar properti diyakini akan tumbuh. Banyak faktor yang berkontribusi jual beli properti di Kota Batam.

Salah satunya ialah kepastian hukum setelah pemilu berakhir. Karena bisnis properti sangat rentan terhadap kondisi politik, terutama untuk segmen kalangan atas yang banyak didominasi oleh investor.

Berdasarkan data Lamudi.co.id menyebutkan pencarian rumah di portal tersebut meningkat sekitar 120 persen pasca Lebaran.

Secara keseluruhan, pencarian rumah pada awal Ramadan mengalami peningkatan 8,07 persen jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, mengatakan pasar properti sempat menurun pada 21 Mei hingga Lebaran pertama, tapi kemudian meningkat usai Lebaran.

Geliat pembangunan perumahan di wilayah Seiharapan, Sekupang beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

”Kita memang melihat akan ada peningkatan. Sebelum Lebaran, penjualan properti biasa menurun, karena ada yang lebih diprioritaskan yakni konsumsi,” katanya, Senin (17/6/2019).

Menurutnya situasi politik Indonesia usai Lebaran diperkirakan akan semakin kondusif. Ditambah lagi, persoalan politik yang ada terkait hasil pemilu Presiden akan diselesaikan secara konstitusional di Mahkamah Agung (MK).

”Saya juga melihat ada peningkatan indeks harga saham secara nasional,” paparnya.

“Itu merupakan bukti adanya peningkatan kepercayaan dari para pelaku ekonomi yang menyatakan bahwa Batam sudah aman dan kondusif untuk investasi baru,” jelasnya.

Perusahaan asing lanjutnya, banyak yang buka di Kota Batam dan melakukan ekspansi usaha. Sehingga diperkirakan akan membutuhkan tenaga kerja yang banyak.

Setelah itu, sambungnya, lowongan kerja baru pun akan dibuka sehingga akan meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya kebutuhan terhadap hunian.

”Adanya investasi baru, maka setelah Lebaran, pekerja akan dapat kontrak baru,” ungkapnya.(leo)