batampos.co.id – Dermaga selatan Pelabuhan Batuampar yang ambles pada minggu lalu akan ditutup total selama 9 bulan untuk perbaikan. Seluruh aktivitas bongkar muat akan dipindahkan ke dermaga utara.

Kepala Badan Pelabuhan Laut Badan Pengusahaan (BP) Batam, Nasrul Amri Latif, mengatakan, amblesnya dermaga selatan tersebut sudah dilaporkan ke Ketua Dewan Kawasan (DK).

“Untuk saat ini, penangangan awal mulai dilakukan. Melihat tingkat kerusakan yang ada membuat dermaga selatan akan ditutup total selama sembilan bulan,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Nasrul mengungkapkan, selain cuaca faktor usia pelabuhan juga menyebabkan tanah timbun di dermaga selatan mengalami penurunan hingga 10 sentimeter dari titik awal dan menyebabkan dermaga tersebut tiba-tiba ambles.

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

“Dermaga ini sudah lama. Dibangun sejak tahun 1970, usianya sudah hampir 50 tahun. Jadi sudah memang harus direvitalisasi,” jelasnya lagi.

Nasrul mengatakan perkiraaan biaya untuk perbaikan sekitar Rp 200 miliar.

“Ahli engineering yang ditugaskan tim teknis DK juga sudah turun untuk memantau situasi dermaga yang ambles,” paparnya.

Selama perbaikan lanjutnya, akan terjadi penurunan kapasitas pelabuhan sekitar 40 persen.

“Tapi kita akan coba optimalkan kegiatan bongkar muat dari dermaga yang ada agar eksportir tidak terganggu. Selain itu, ada juga nanti beberapa modifikasi supaya lalu lintas barang tak terganggu,” paparnya

Kata dia, rencana perbaikan bukan hanya normalisasi pada dermaga. Tapi juga menambah fasilitas di dermaga selatan.

Selain itu, karena posisinya dekat dengan lokasi rencana pembangunan container yard yang saat ini masih merupakan gudang Persero Batam, maka pengembangannya akan berjalan secara bersamaan dengan perbaikan dermaga.

“Intinya, anggaran dan semua persiapan sudah dilakukan, salah satunya dokumen yang sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) dan tinggal menunggu pengumuman saja,” ujarnya.

Namun kata dia, dengan adanya kejadian itu proses ULP dihentikan. Pasalnya jika dilanjutkan, maka prosesnya akan lebih lama lagi.

“Jadi opsinya penunjukan langsung, dengan harapan bulan Juli akhir sudah langsung dikerjakan,” tegasnya.(leo)