batampos.co.id – Dewan Kawasan (DK) akan mengubah wajah sejumlah aset-aset milik BP Batam yang dianggap berpotensi menjadi unit-unit bisnis yang mandiri.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Mugiarso, memberikan contoh seperti Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam dapat dikembangkan menjadi sebuah usaha bisnis yang menarik di mata dunia.

“Kedepannya, pengembangan aset ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan tuntutan zaman. Dimana saat ini perencanaan pengembangan pengelolaan aset menjadi unit-unit bisnis yang mandiri,” katanya Rabu (19/6/2019).

Minggu lalu, Susiwijono telah mengunjungi aset-aset milik BP Batam seperti RSBP, Pelabuhan Batuampar, Pelabuhan Sekupang hingga Asrama Haji.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawady menandatangani fakta kerjasama dengan dClinic International di RSBP Batam. Foto: Rifki/batampos.co.id

“RSBP ini bisa dikembangkan menjadi semacam kawasan ekonomi khusus (KEK) medical service. Fasilitasnya sudah ditinjau bersama. Dan akan dilaporkan sekaligus paparkan konsepnya ke Ketua DK,” jelasnya.

Selain itu, Susiwijono juga melihat prospek pengembangan dari Pelabuhan Batuampar dapat dikembangkan menjadi salah satu pelabuhan yang mengandalkan konsep internasional logistik ke depannya.

“Konsep pelabuhan internasional logistik ini, akan dibangun dan dikembangkan dengan skala yang modern,” jelasnya.

Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady, mengatakan pengembangan aset BP Batam merupakan salah satu cara menyajikan ragam bentuk investasi kepada dunia internasional.

Fokusnya adalah menciptakan aset sebagai destinasi wisata, khususnya destinasi wisata kesehatan yang bisa dibuat di RSBP Batam.

“Sesuai hasil asset trip ini, kita akan banyak kembangkan destinasi wisata,” imbuhnya.

Pengembangan wisata memang sudah sesuai dengan program BP Batam.

“Jadi kita akan buat klinik yang dikembangkan oleh investasi asing. Seperti dari Australia, Singapura, Korea hingga Indonesia sendiri,” paparnya.

Nanti lanjutnya, akan ada laboratorium dan lainnya di RSBP Batam.

“Contohnya, jika ada yang mau buat bayi tabung, dan ini bisa dilakukan di Batam.Terbilang lebih terjangkau namun berkualitas dan ditangani oleh profesional,” jelasnya.

Sehingga lanjutnya, wisatawan mancanegara maupun nusantara yang datang ke Kota Batam, tidak hanya mencari destinasi wisata saja.

“Mereka juga bisa menikmati paket wisata kesehatan yang yang dikemas dalam sajian berkualitas dan profesional,” paparnya.(leo)