batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam segel gudang penyimpanan limbah campuran plastik dan elektronik di pinggir jalan menuju Kampung Tua Dapur 12, Seipelenggut, Sagulung.

Penyegelan dilakukan DLH akhir pekan kemarin setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar.



Informasi yang didapat gudang limbah itu milik seorang pria yang disebut berinisial Alb. Sudah hampir dua bulan limbah tersebut dibiarkan menumpuk dalam gudang yang dipagari seng tersebut.

Limbah campuran peralatan elektronik dan plastik ini diinformasikan sengaja didatangkan dari luar Batam untuk didaur ulang.

Keberadaan limbah ini ditentang masyarakat setempat. Masyarakat kuatir akan berdampak buruk bagi lingkungan tempat tinggal mereka sebab tumpukan limbah ini tak jauh dari pemukiman warga.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menyegel tumpukan limbah bekas elektronik dan plastik yang ditemukan di sekitar Kampung Tua Dapur 12. Foto: Eja/batampos.co.id

“Kami menolak karena tak tahu dampaknya seperti apa. Ini harus diusut tuntas,” ujar Ketua RW 10 Kampung Tua Dapur 12, Zulkifli Hasibuan, di lokasi gudang limbah, Rabu (18/6/2019).

Pantauan di lapangan, limbah campuran itu ada yang dibiarkan berserakandi dalam gudang dan ada juga yang dikemas dalam karung.

Limbah ini tidak saja bekas barang elektronik atau plastik utuh tapi juga ada yang berupa serbuk yang sudah diolah untuk didaur ulang.

Di sekitar lokasi gudang masih terpajang garis pembatas atau penyegelan dari DLH.

Penyegelan gudang limbah ini dibenarkan oleh Sekretaris Camat Sagulung, Adrianus, yang turun cek ke lokasi gudang, siang kemarin.

Adrianus bersama rombongan mendapati tumpukan limbah yang dikeluhkan warga.

“Sepertinya sisa-sisa barang elektronik dan plastik. Ini memang tak boleh ditimbun di sembarangan tempat,” ujarnya.

Dengan adanya temuan itu, Adrianus berharap DLH segera mengusut tuntas pelaku penimbunan dan dari mana asal limbah tersebut.

“Tadi kami sudah coba cari tahu pemilik gudang tapi tak ditempat dia. Alb katanya pemilik gudang ini tapi tak ada dia. Kata penjaga ini dari luar Batam,” ujar Adrianus.

Sementara pihak DLH belum memberikan keterangan tentang penyegelan tersebut. Kadis DLH Herman Rozie belum bisa dikonfirmasi terkait temuan tersebut.(eja)

Loading...