batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam berupaya memenuhi kebutuhan guru di dua sekolah baru yang menjadi pemecah masalah tidak tertampungnya 709 siswa tamatan sekolah dasar (SD) di Kecamatan Sagulung.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam berencana meminjam guru dari sekolah lain untuk ditempatkan di sekolah baru tersebut.

Karena lanjutnya ada beberapa sekolah yang kelebihan tenaga pengajar.

“Pemerataan. Kami sudah siapkan mekanisme pemerataan guru ini. Jadi sekolah yang gurunya berlebih akan kami pindah tugaskan ke sekolah baru,” jelasnya, Selasa (18/6/2019).

Para orang tua siswa mendatangi SMP Negeri 9 Kota Batam untuk mengadukan nasib anak-anak mereka yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Foto: Eja/batampos.co.id

Ia menilai cara tersebut lebih baik, sebab jika merekrut guru baru atau honorer, tidak diperbolehkan oleh pemerintah pusat.

“Tak ada rekrut honorer lagi. Itu tidak boleh. Kecuali melalui CPNS. Kalau ada penerimaan tahun ini kami akan usulkan kuota guru diperbanyak seperti tahun lalu,” terang Hendri.

Kata dia, pembangunan sekolah baru itu rencananya akan diusulkan pada tahun anggaran 2020 mendatang.

Tahun ini belum memungkinkan karena Disdik tengah membangun satu sekolah baru yaitu SMPN 58 Batam.

“Bertahap, tergantung kekuatan anggaran juga,” sebutnya.

Anggota DPRD Batam dari Komisi IV yang membidangi pendidikan, Aman, menegaskan, pemerataan guru yang disebutkan Disdik jangan sampai mengurangi guru di sekolah awal.

Sebab faktanya, Batam masih sangat kekurangan guru.

“Selama ini kepsek dan para guru selalu mengeluh kelebihan jam mengajar. Karena di sekolah tempatnya mengajar, jumlah guru masih sangat kurang,” ujarnya, Selasa (18/6/2019).

Aman mengaku bingung dengan solusi yang ditawarkan Disdik Batam terkait mekanisme pemerataan guru di sekolah.

Apalagi Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, belum lama ini menyampaikan ke Komisi IV DPRD Batam bahwa di Batam masih kekekurangan banyak tenaga guru.

“Jumlahnya 2.000 guru untuk sekolah negeri. Tapi Disdik bilang ada sekolah kelebihan guru. Jadi mana yang betul ini?” tanyanya.

Aman mengaku khawatir nantinya akan timbul permasalahan baru di dunia pendidikan Batam jika dipaksakan guru dari sekolah tertentu yang masih kekurangan guru dikurangi lagi jumlahnya untuk mengisi kekosongan di sekolah baru.

“Jangan sampai itu terjadi,” ujarnya.(yui)