batampos.co.id – Amblesnya dermaga selatan di Pelabuhan Batuampar mendapat tanggapan negatif dari pengusaha pelayaran.

Ketua Indonesia National Shipyard Association (INSA) Batam, Osman Hasyim, mengatakan, apabila kabar tersebut sampai ke dunia internasional, akan menurunkan citra Batam sebagai kota yang kondusif untuk iklim investasi.



“Semua orang mengetahui kapan Pelabuhan Batuampar dibangun. Sebenarnya harus ada kajian penelitian yang memastikan usia ketahanannya,” katanya, Rabu (19/6/2019).

Dermaga peti kemas Batuampar, Kota Batam ambles. Lokasi amblesnya dermaga peti kemas itu termasuk dalam lokasi yang merupakan bagian dari rencana revitalisasi Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Osman mengatakan di media massa, BP Batam menyampaikan jika kerusakan tersebut dikarena faktor usia dermaga yang sudah setengah abad.

“Berarti jika ada pelabuhan dengan umur yang sama, bisa terjadi kecelakaan,” ujarnya.

Dengan amblesnya dermaga selatan, Osman menilai, BP Batam tidak bisa menjaga asetnya dengan baik.

Menurut dia, pelabuhan merupakan sarana penting bagi kegiatan ekspor dan impor dan bisa menjadi sumber pendapatan negara bukan pajak (PNBP) terbaik bagi BP Batam.

Sehingga sepantasnya harus dijaga dan dioptimalkan.

“Kejadian ini bisa menurunkan kepercayaan investor terhadap Batam. Pelabuhan itu merupakan komponen utama dalam perdagangan dan juga merupakan pilar utama industri maritim,” jelasnya.

Kata dia, jika sudah tidak ada kepercayaan dari investor, mimpi Kota Batam untuk menjadi bandar dunia madani akan menjadi mimpi belaka.

“BP ingin Batam jadi tempat berkumpulnya kapal. Kalau tidak ada kepercayaan lagi, bagaimana,” pungkasnya.(leo)

Loading...