batampos.co.id – Pemerintah daerah akan lebih serius mengelola Pulau Senoa sebagai pulau terluar tujuan wisata. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemkab Natuna, Hardinansyah, mengatakan Pulau Senoa akan dijadikan sebagai Gili Trawangannya Natuna dan Kepri.

”Pulau Senoa di Natuna tak kalah menarik dibandingkan wilayah lain, Pulau Senoa sebagai pulau terluar juga salah satu geosite dari geopark Natuna, dan keinginan provinsi, jadikan gili trawangannya Natuna dan Provinsi Kepri, ” ujarnya Selasa (18/6).

Dirinya mengatakan, kalender event wisata bahari Natuna juga telah masuk dalam kalender wisata Kemenpar dan kalender wisata Provinsi Kepri. Diantara yang telah dilaksanakan adalah event Rally Yacht Sail To Natuna dan Festival Pulau Senoa.

”Event wisata ini adalah perangsang, dan sudah masuk kalender pariwisata pemerintah,” ujarnya.

Meski dalam pelaksanaan katanya, masih terdapat banyak kekurangan dan kelemahan dalam membangun wisata Natuna, namun pemerintah optimis wisata Natuna akan lebih maju.


Warga Natuna meramaikan Festival Pulau Senoa, Minggu (16/6) kemarin. Pemerintah daerah menargetkan pulau terluar ini sebagai andalan pariwisata di Natuna.
foto: batampos.co.id / aulia rahman

”Persoalan sampah salah satu kritikan saat ini. Perlu kebersamaan dan kesadaran bersama mengatasinya. Karena soal sepele ini imbasnya sangat tidak baik,” sebutnya.

Pulau Senoa yang merupakan pulau kosong tidak berpenghuni tentu lebih mudah dalam pengelolaan dan membangun sarana untuk mendukung pariwisata.

Bahkan menurut Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, Natuna sangat memerlukan pelabuhan khusus yacht (marina). Pariwisata model Natuna yang berpotensi menjadi tujuan dan persinggahan wisatawan sangat tepat bila dilengkapi dengan fasiltas marina.

Menurutnya, rencana pemerintah sudah ke arah menjadikan kawasan pariwisata yang besar, sehingga Natuna harus memiliki fasilitas yang lengkap.

”Rencana pembangunan marina itu sudah ada, kita mencoba menggandeng swasta terlebih dahulu karena marina-marina yang berada di tempat lain dibangun dan dikelola swasta. Mudah-mudah secepatnya ada pihak swasta yang bersedia,” tutup Buralimar.

Tidak hanya itu, festival Pulau Senoa yang sudah digelar di tahun ke-4 tersebut akan terus digelar untuk merangsang pariwisata. Dan ke depan akan muncul ragam lomba baru seperti triathlon. (arn)