batampos.co.id – Kota Batam adalah surga bagi pecinta barang-barang bekas berkualitas. Beberapa kawasan di Batam bahkan khusus menjual barang bekas yang didapat dari negara tetangga, umumnya berasal dari Singapura.

Salah satunya adalah pasar seken Aviari yang terletak di Kecamatan Batu Aji Batam. Di kawasan ini, segala macam produk diperdagangkan. Tentu dengan harga yang jauh lebih murah dibanding harga barang-barang baru. Mulai dari pakaian, sepatu, mainan, peralatan rumah tangga, dan berbagai barang yang terkadang unik dan tidak ditemui di pusat perbelanjaan pada umumnya.

Kawasan ini, menghadirkan kenangan tersendiri buat Norviyanti yang selalu mendatanginya sejak ia duduk dibangku SMP sekitar tahun 2005 lalu.

Opi begitu wanita 27 tahun ini biasa dipanggil menuturkan, meskipun tidak setiap hari datang ke pusat penjualan barang bekas di Batam ini, ia mengaku tetap mengikuti gerak dan perkembangan yang ada di sini. Terutama pergeseran gaya berdagang ratusan pemilik lapak yang menyediakan semua keinginannya.

Jika dulu kawasan Aviari ini identik dengan barang seken yang dijual secara konvensional layaknya barang bekas pada umumnya. Dimana para pembeli harus mencari sendiri produk yang mereka inginkan diantara tumpukan barang-barang yang ada. Kini hal tersebut hampir tidak terlihat lagi.

Kecenderungan para pedagang telah bergeser ke arah yang menyamankan konsumen atau pembeli, dengan penataan produk-produk yang lebih memudahkan konsumen. Bahkan dalam beberapa tahun belakangan, lanjut Opi, tren ‘Preloved Boutique’ telah mulai berkembang di kawasan ini.

Sudut Aviari
foto: batampos.co.id / bobi bani

Preloved sendiri sejatinya adalah istilah lain dari barang bekas, hanya saja istilah ini lebih bergengsi dibanding barang bekas atau barang yang tidak lagi terpakai oleh pemilik sebelumnya. Belum lagi preloved ini biasanya identik dengan barang-barang bermerk yang memang masih memiliki nilai tinggi.

“Sekarang sudah banyak model preloved boutique gitu di Aviari, dulu tak banyak sekarang sudah banyak berubah,” kata wanita yang telah memiliki satu buah hati ini.

Kesenangannya berpetualang mengelilingi preloved boutique di kawasan ini, lanjut Opi, terus terjaga hingga sekarang. Bahkan beberapa produk mainan untuk anaknya berhasil ia dapatkan di lokasi ini. Meskipun demikian Opi mengaku tetap memperhatikan faktor kesehatan yang bisa saja menjadi ancaman ketika membeli produk preloved ini, sehingga ia tetap memperhatikan kebersihan produk dan akan lebih dulu mencuci produk-produk yang didapat sehingga terbebas dari penyakit.

Semasa muda dulu, Opi mengaku sangat senang menyusuri lapak-lapak yang menyediakan berbagai jenis sepatu. Kebanyakan sepatu bermerk miliknya ia dapatkan dengan harga miring di lokasi ini.

“Kalau kita pandai cari pasti dapat yang bagus, tidak apa-apa bekas kalau bagus dan bermerk, dari pada baru tapi KW,” tutur Opi lagi.

Lebih jauh, Opi memberi sedikit tips bagi masyarakat yang akan berkunjung di lokasi ini. Opi menyarankan agar masyarakat yang akan berkunjung datang pada hari Kamis atau setelahnya, karena biasanya di hari itu produk-produk terbaru dari para pedagang akan sampai. Artinya masyarakat akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan barang baru lagi di sana. Opi juga mengingatkan agar masyarakat yang membeli agar tidak malu untuk tawar menawar.

“Dulu sih masih murahlah, sekarang karena tempatnya udah bagus, mereka udah dekor tokonya jadi kayak distro butik gtu, jadi harganya ya naik, tapi bisa ditawar apalagi mereka tahu merk,” tutur Opi yang juga tinggal di kawasan Batu Aji ini lagi.(bbi)