Sabtu, 11 April 2026

Pak Kepala BP, Ada Bangunan Permanen di Daerah Resapan Air

Berita Terkait

batampos.co.id – Rumah liar di sejumlah titik di kawasan hutan terus bertambah. Jika biasanya rumah liar hanya terbuat dari papan atau kayu, kini sudah banyak ruli yang dibangun dengan bangunan permanen.

Sangat mudah menjumpai bangunan permanen yang dibangun di kawasan hutan. Di kawasan daerah resapan air dam Mukakuning, sudah ada beberapa rumah yang tak lagi semi permanen. Bahkan ada yang dijadikan untuk tempat jual beli motor seken.

“Yang ini baru. Kami tidak bisa melarangnya, karena kami memang juga masih tinggal di ruli di kawasan yang sama,” kata Handika, warga ruli di sana.

Meski demikian, mayoritas rumah liar di sana masih semi permanen.

foto: google map

“Kalau kebanyakan masih semi permanen. Dinding menggunakan kayu. Hanya lantai saja yang sucg disemen. Kalau atap, rata-rata masih menggunakan seng,” katanya.

Kondisi serupa juga bisa terlihat di bukit sekitar hutan Matakucing. Ini sangat jelas terlihat dari perumahan Gurindam Raya Batuaji. Beberapa ruli dibangun dengan menggunakan bangunan permanen.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton Panggabean mengatakan, masalah perumahan liar ini akan menjadi bom waktu bagi BP Batam atau pun Pemko Batam. Di mana jumlah ruli terus bertambah dan belum ada solusi yang diberikan BP Batam untuk mengatasi hal ini.

“Kalau misalnya nanti ada penggusuran, maka yang bangunannya permanen kemungkinan tidak akan terima kalau hanya sagu hati. Ya mungkin karena mereka sudah keluar banyak untuk bangun ruli tersebut,” katanya.

Menurut Werton, saat ini BP Batam dan Pemko harus gencar melakukan pencegahan bangunan ruli yang baru. Sementara bagi warga yang sudah sempat membangun dan tinggal di ruli harus diperlakukan manusiawi saat adanya penggusuran.

“Kalau tidak ada penggusuran, maka yakinlah akan terus tambah ruli di Batam ini. Ini harus diantisipasi BP Batam dan Pemko Batam,” katanya. (ian)

Update