batampos.co.id – Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Kota Batam, di Kelurahan Tembesi dengan menggelar pelatihan dasar membatik di fasum Perumahan Permata Rahabyu,Tembesi, Rabu, (19/6/2019).

Lurah Tembesi, Muhammad Hafiz, mengatakan peserta adalah ibu-ibu rumah tangga dari PKK, Posyandu, dan Kelompok kreatif sekitaran perumahan kelurahan Tembesi.

“Pelatihan dasar membatik ini diikuti 150 orang, tujuannya untuk mengembang Sumber Daya Manusia (SDM ),” katanya.

Pelatihan tersbeut kata dia, langsung dimentori oleh profesional dari Dewan Kerajinan Nasional Kota Batam.

Menurutnya, kegiatan pelatihan dasar membatik ini merupakan wadah bagi warga kelurahan Tembesi, khususnya ibu rumah tangga.

Serta sebagai ajang kreativitas dalam pengrajinan batik tulis atau canting, cap dan pola.

Ratusan ibu-ibu yang menetap di Kelurahan Tembesi mendapatkan pelatihan membatik dari Dekranasda Kota Batam. Dengan pelatihan ini diharapkan para ibu rumah tangga memiliki kreativitas yang tinggi unutk menciptkan motif batik Kota Batam yang baru. Foto: Azis/batampos.co.id

Sat ini kata dia kota Batam telah mematenkan 10 motif batik. Pelatihan itu juga untuk mengenalkan serta mensosialisakan pengrajin batik Batam dikancah nasional maupun internasional.

“Iya pelatihan dasar membatik ini direspon secara positif dari warga, tujuan agar pengrajin batik di Batam kian dikenal ramai,” jelasnya.

Ia berharap nantinya warga bisa terus mengembangkan potensi kerajian membatik yang telah dilatih saat ini.

Ciri khas batik Batam ini adalah salah satu upaya Pemko Batam untuk meningkatkan parawisata.

“Melakukan pembinaan berupa pelatihan pengrajin profesional. Kedepannya akan di bentuk usaha bersama kelompok kreatif memfasilitasi hasil karya batik tersebut,” harapnya.

Kedepannya apabila dari salah satu perwakilam warga yang sudah memiliki kreativitas sendiri, akang langsung dilatih lebih profesional lagi serta diberi sertifikasi oleh Deskranasda Kota Batam dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

“Karya dari pengrajin batik Batam ini tidak kalah hebat dengan pengrajin batik dari daerah lainnya, dan bisa bersaing ke kancah nasional,” ujarnya.

Salah satu peserta, Rini, 44, mengaku belum memiliki keterampilan membatik kegiatan pelatihan dasar ini . Bisa menambah keterampilan juga bagi ibu rumah tangga.

“Harapannya pelatihan ini bisa terus bekelanjutan, mudah-mudahan produk hasil karya batik bisa terus berkembang,”ujarnya.(cr1)