batampos.co.id – Proyek peningkatan drainase di jalan R Suprapto, Batuaji, Kota Batam masih terkendala dengan pipa-pipa yang ditanam di sepanjang ROW jalan.
Dari pantauan batampos.co.id di lapangan, ada dua lokasi proyek pelintas air tersebut. Yakni depan pasar Melayu dan Simpang Basecamp.
Informasi yang disampaikan pekerja, jumlah pipa yang menghalangi penggalian dan pengerjaan gorong-gorong berbeda-beda.
Lokasi depan pasar melayu ada tiga pipa besar terdiri dari dua pipa air dan satu pipa gas.
Sementara di simpang Basecamp cukup banyak sebab selain tiga pipa serupa juga terdapat banyak pipa untuk kabel dan lain sebagainya.

Keberadaan pipa-pipa tersebut menghambat pengerjaan proyek sebab tidak ada cara lain selain harus memindahkan pipa-pipa terlebih dahulu.
“Bisa saja kita lewatkan pipa-pipa ini tapi nanti dampaknya buruk bagi gorong-gorong ini,” kata Eko, pekerja dari PT Maju Bersama Jaya selaku pihak kontraktor, Jumat (21/6/2019).
“Kalau tak dipindah, pipa ini melintang di tengah gorong-gorong dan akan tersumbat sampah nantinya. Jadi sia-sia bangun gorong-gorong ini tetap saja air tak ngalir karena tersumbat tadi,” kata dia.
Hingga Jumat (21/6/2019) siang, pipa-pipa tersebut belum dipindah sehingga pekerja hanya bisa mengerjakan sisi jalan yang tidak terhalang pipa.
Pipa yang menghalangi proyek depan pasar Melayu berada di jalur tengah pembatas jalan dua jalur.
Yakni pipa gas dan sisi sebelah kiri (jalur Batuaji-Mukakuning) yakni dua pipa air berukuran besar.
Begitu juga simpang Basecamp pipa dan kabel tanam menghalangi lokasi penggalian gorong-gorong persis di jalur tengah jalan dua jalur.
Di sisi jalan yang tidak terhalang pipa sudah digali dan dipasang box culvert berukuran besar.
Bahkan bagian atas gorong-gorong sudah dilakukan pengerasan.
Akses jalan belum bisa diaspal kembali sebab belum semua pelintas air rampung.
“Kalau tak ada hambatan mungkin sudah rampung. Karena proyek ini ada tiga di Batuaji ini,” ujarnya.
“Satu di Tanjunguncang sudah rampung karena tak ada hambatan. Waktu dan pekerjaan sama kami juga,” paparnya lagi.(eja)
