batampos.co.id – Manteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil, meminta masyarakat Kota Batam untuk memanfaatkan rencana pemerintah atas kampung tua.

Kesempatan itu, diakuinya menjadi peluang besar untuk menjemput hak masyarakat secara resmi akan kampung tua ini.

Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batam, Jumat (21/6/2019), Sofyan mengingatkan agar masyarakat benar-benar dapat mengelolanya secara bijak, agar tidak menjadi kawasan kumuh baru.

“Jika tidak ditata dengan baik, kita khawatir jadi daerah yang kumuh baru,” ujarnya seusai menjalani rapat koordinasi di Kantor Wali Kota Batam, Batam Centre.

“Alhamdulilah daerah di Batam sudah dibangun dengan baik sebelumnya, jadi kita harapkan akan lebih baik lagi,” kata Sofyan lagi.

Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sofyan Djalil (tengah) didampingi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Menteri ATR mengharapkan kampung tua di Kota Batam tidak menjadi kawasan kumuh baru. Foto: Bobi/batampos.co.id

Kata Sofyan, tim di lapangan sudah mengidentifikasi sebanyak 37 titik kampung tua.  Dengan total daerah seluas 1.103,3 hektar.

Baca Juga: Agustus, Penataan Kampung Tua Kota Batam Dimulai 

Sejauh ini lanjutnya diperkirakan sebanyak 42.970 bidang tanah yang masuk dalam kategori kampung tua.

Dari jumlah itu, masing-masing lahan masih diklasifikasikan lagi berdasarkan statusnya saat ini.

Ada yang masuk dalam kawasan hutan lindung, Daerah Penting Cakupan Luas bernilai Strategis (DPCLS), dan sebagainya.

“Klasifikasi itu nantinya akan dilepas terlebih dahulu oleh kementerian terkait, ada dari Kehutanan dan lain-lain,” kata Sofyan lagi.

Baca Juga: Kampung Tua Dijadikan Destinasi Wisata, Pemko Batam Siapkan Anggaran Rp 35 Miliar

Badan Pengusahaan (BP) Batam, kata Sofyan, juga akan segera bergerak untuk menindaklanjuti lahan yang saat ini hak pengelolaan lahan (HPL) dan Pengelolaan Lahan (PL) berada di bawah BP Batam.

“Daerah-daerah (kampung tua) itu ada HPL dan ada PL dari BP Batam. Tinggal dilepaskan saja, kalau PL yang sudah dikelola akan dilepas sesuai mekanisme yang berlaku,” kata Sofyan lagi.(bbi)