DI perairan Pantai Jangkar, Situbondo, ada pekerjaan ojek gendong. Tugasnya adalah membantu mengantar atau menjemput penumpang perahu tambang menuju kapal layar motor (KLM). Kapal itu akan membawa penumpang menuju kepulauan sekitar, terutama Pulau Raas.

Rahman, salah seorang tukang ojek gendong, menyatakan, mengangkat puluhan orang setiap hari.

Jarak dari pinggir pantai ke tambangan sekitar 5 meter.

“Biayanya Rp 5.000 sekali antar. Bukan hanya orang yang kami gendong. Sepeda motor dan barang lainnya juga. Harganya sama,” ucap Rahman.

Warfi Hardiyanto, warga Desa Gua-Gua, Pulau Raas, merasa sangat terbantu ojek gendong. Dia tak perlu takut basah melewati air setinggi paha orang dewasa itu. Bayarnya juga relatif murah.

Kepala Pelabuhan Jangkar Tri Wahyono menjelaskan, sejatinya pihaknya mempunyai tempat yang bisa dijadikan pelabuhan KLM sehingga jasa ojek gendong tak digunakan.

’’Namun, banyak pemilik kapal dan masyarakat yang menolak,’’ kata Tri.

Alasannya, kasihan kepada para ojek gendong. Jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan. Apalagi, tukang ojek gendong itu tak mengenal body shaming. Penumpang gemuk maupun kurus cukup bayar Rp 5.000. Dilakukan dengan tulus pula. Mau coba? (aif/c14/ayi)

Loading...