Kamis, 16 April 2026

BP Batam Gunakan Blockchain Dalam Tata Kelola Pemerintahan

Berita Terkait

batampos.co.id – Teknologi integrasi jaringan terpadu seperti Blockchain akan digunakan Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam tata kelola pemerintahan.

Blockchain yang fungsinya mirip dengan sistem perizinan terpadu, Online Single Submission (OSS), maka proses submit dokumen antar divisi di Batam akan berlangsung cepat, praktis dan efisien.

“Apa yang sudah dilakukan oleh teman-teman yang merancang Blockchain ini adalah inovasi. Bagi investor potensial, ini merupakan bahan promosi yang bagus,” kata Kepala BP Batam, Edy Putra Irawady usai acara Deklarasi Batam Digital Economic Zone di Gedung IT Centre BP Batam, Sabtu (22/6/2019).

Dari pelabuhan, rumah sakit, bandara dan aset-aset lainnya milik BP Batam akan terhubung secara langsung.

Menurut Edy, penerapan Blockchain ini akan membuat investor tertarik berinvestasi di Batam. Pasalnya investor tertarik dengan sesuatu yang singkat, cepat, mudah dan efisien dalam segi waktu.

Kepala BP Batam, edy Putra Irawady, menyampaikan kegunaan blockchain dalam tata kelola pemerintahan. Foto: Humas BP Batam

“Dengan Blockchain, submit data bisa cepat. Makanya inovasi seperti ini tidak akan pernah mati, akan terus bertahan sesuai dengan perubahan zaman,” paparnya.

Untuk saat ini, Blockchain akan diterapkan di Rumah Sakit Badan Pengusahaan (RSBP) Batam. Unit-unit lain akan menyusul untuk menerapkannya.

Sedangkan Asisten Deputi Menteri Moneter dan Neraca Pembayaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edy Prio Pambudi, mengatakan, Blockchain bukan hanya potensial utnuk mengembangkan sektor teknologi finansial, tapi juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan bisnis digital di Batam.

“Batam ini betul-betul harus dikembangkan sebagai basis industri digital. Langkah pertama yani manfaatkan block chain di sektor pemerintahan,” katanya.

Menurut Edy, menerapkan Blockchain di bidang pemerintahan sangat menguntungkan, khususnya di bidang kependudukan.

Di bidang tersebut, kebutuhan terhadap data personal sangat tinggi, apalagi saat membuat kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga, akta lahir dan lainnya.

“Dengan blockchain, satu dokumen bisa dibuat dan divalidasi dalam jumlah banyak. Kita jadi tak perlu datang ke kantornya, karena infomasi sudah tersentralisasi. Blockchain ini teknologi untuk mencari informasi,” jelasnya.(leo)

Update