batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, persoalan lahan menjadi kendala untuk pengembangan tanaman cabai merah.
Hal itu menjadi penyebab utama petani Kota Batam belum bisa menghasilkan cabai merah sesuai kebutuhan.
“Lahannya tak ada. Karena untuk pertanian ini tidak semudah yang dibayangkan,” katanya, Jumat (21/6/2019).
“Kan sudah pernah dicoba di Subang Mas. Ternyata sulit karena banyak benturan,” ujarnya lagi.

Menurutnya, kondisi tanah di Kota Batam cukup baik untuk dijadikan lahan pertanian.
Ke depan kata dia, tidak menutup kemungkinan Kota Batam bisa menghasilkan cabai merah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kalau saya tidak salah, ada anggaran yang disiapkan untuk pengembangan pertanian ini. Tapi berapa angkanya Pak Mardanis yang tahu,” sebutnya.
Mengenai harga yang saat ini masih tinggi, Amsakar mengatakan ada berbagai faktor penyebab dan paling utama adalah tidak lancarnya pasokan.
Menurutnya, kapal saat ini masih disibukkan dengan menangkut penumpang.
“Sehingga sayur yang mau masuk ke Batam tertahan. Karena pasokan terbatas jadi harga melonjak,” imbuhnya.
kata dia, selain cabai merah beberapa komoditas lain yang harganya masih tinggi adalah bawang jawa.
“Keduanya adalah komoditas yang sangat pokok dan bawang jawa mahal karena belum masuk semua pasokan,” jelasnya.
“Tapi ada jenis bawang lainnya, jadi pembeli bisa beralih dulu sampai pasokan kembali lancar,” ucapnya.(yui)
