batampos.co.id – Hari terakhir pendaftaran ulang, panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMPN 3 Batam mengumumkan tambahan 44 nama yang diterima usai pengumuman PPDB 31 Mei lalu.

Kepala SMPN 3 Batam, Wiwik Darwiyati, mengatakan, total keseluruhan siswa yang diterima tahun ini mencapai 440 orang yang dibagi menjadi 11 kelas.

Kata dia, penambahan siswa dalam satu kelas ini merupakan hasil rapat orangtua bersama Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, beberapa waktu lalu.

”Ada 44 anak yang kami kembali terima usai pengumuman. Mereka merupakan pendaftar di sini namun tidak diterima waktu itu karena kuota sudah penuh,” ujarnya, Jumat (21/6/2019).

Wiwik menyebutkan, dari 44 kuota tambahan itu, 30 siswa diambil dari pendaftar jalur prestasi.

Orangtua siswa mulai mencari seragam sekolah buat anak-anak mereka di Kawasan Tanjungpantun, Jodoh, Minggu (16/6/2019). Proses belajar mengajar tahun ajaran baru akan dimulai pertengahan Juli. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Sedangkan sisanya diambil dari pendaftar dengan jarak terdekat dari sekolah.

Menurutnya, mereka yang daftar jalur prestasi di SMPN 3 Batam cukup banyak, namun hanya 30 yang bisa diakomodir.

Sisanya ke sekolah lain yang masih satu zonasi. Selanjutnya, mereka yang diterima di kuota tambahan ini akan melakukan daftar ulang, Senin (24/6/2019).

Orangtua cukup membawa bukti pendaftaran waktu PPDB dibuka.

”Alhamdulillah yang reguler sudah selesai. Tinggal menunggu kuota tambahan ini lagi,” jelasny.

Wiwik menambahkan, usai PPDB, siswa baru mulai masuk tahap pengenalan lingkungan sekolah (PLS) 13 Juli mendatang.

Sedangkan untuk tahun ajaran baru akan dimulai 15 Juli.

”Jadi, total siswa yang diterima mencapai 440 siswa yang akan ditempatkan di sebelas ruangan belajar,” sebutnya.

Menurutnya, meskipun kuota sudah penuh, masih banyak orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya di SMPN 3 Batam. Padahal status sekolah unggulan sudah dihapus.

”Kami sudah menempel nama-nama siswa yang akan masuk ke SMPN 25, SMPN 20 Batam, dan sekolah lainnya yang ada di Sekupang. Kalau masih ada orangtua yang protes itu sudah biasa,” bebernya.

Sementara itu, tahun ini Pemko Batam memutuskan membuka empat SMPN baru untuk mengakomodir siswa yang tidak tertampung. Pembangunan sekolah akan diusulkan melalui anggaran 2020 mendatang.

Sebelumnya pada 2018, Pemko juga membuka dua SMPN baru yaitu SMPN 58 dan 59 Batam.

Tahun ini, Disdik mulai membangun gedung SMPN 58 Batam, sedangkan untuk SMPN 59 Batam akan dibangun 2020 mendatang.

Total ada lima SMPN di Batam tahun ini menumpang di sekolah lain karena belum memiliki gedung sendiri.

Didukung Dewan

Anggota DPRD Batam dari Komisi IV, Aman, mendukung penuh rencana Wali Kota Batam Rudi yang akan membangun gedung sekolah negeri baru serta membangun ruang kelas baru.

Namun, sampai saat ini rencana tersebut belum disertai pengajuannya anggaran ke DPRD Batam.

”Tahun depan anggaran untuk rencana pembangunan gedung sekolah baru belum dibahas. APBD murni tahun 2020 itu pembahasan biasanya mulai Oktober ini. Sebaiknya dimasukkan di usulan,” ujar anggota DPRD Batam dari dapil Batam Kota-Lubukbaja ini, Jumat (21/6/2019).

Begitu juga dengan KUA PPAS belum disampaikan. Jadi terkait rencana mem­bangun gedung sekolah baru dan ruang kelas baru, lanjutnya, belum bisa dilihat usulan yang diinginkan Pemko Batam.

Untuk itu, Aman berharap Pemko Batam mampu membuat perencanaan yang matang terkait rencana pembangunan gedung sekolah baru dan penambahan ruang kelas baru di Batam.

Sehingga ke depan betul-betul sekolah bisa dibangun di awal tahun, dan pertengahan tahun pada saat PPDB, gedung sekolah atau ruang kelas baru itu sudah bisa digunakan.

”Jangan hanya sekadar berwacana, menenangkan hati orangtua atau wali murid saja, lalu tidak direncanakan dengan baik.

Karena selama ini begitu, buka sekolah baru tapi siswa numpang di gedung sekolah lain. Angkatan pertama sampai lulus numpang. Itu yang kami tidak mau,” terangnya.

Apalagi sekarang ini semua siswa yang tak tertampung masuk sekolah negeri, ditampung semuanya dan dijanjikan dibangunkan sekolah-sekolah baru tahun depan.

”Sekali lagi, penambahan USB dan RKB kami dukung penuh. Tapi perencanaannya harus matang,” tegasnya.

Aman juga meminta lahan sekolah baru disiapkan. Begitupun perizinannya. ”Jangan gara-gara tak ada lahan pem­bangunan gagal,” katanya.

Begitu juga proses lelangnya, harus sesegera mungkin agar segera bisa dibangun dan digunakan.(yui/gas)