batampos.co.id – Enam agenda wisata di Kepri masuk dalam 100 kalender wisata nasional 2019. Salah satunya masuk dalam 10 top event nasional yakni Bintan Thriatlon yang akan digelar pada Agustus mendatang.

“Bintan Thriatlon masuk 10 top event nasional. Sedangkan lima lainnya yang masuk kalender wisata nasional yakni Festival Pulau Penyengat, Festival Bahari Kepri, Iron Man, Tour de Bintan, dan BICC,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepri Buralimar, Sabtu (22/6) di Nagoya, Batam.

Festival Pulau Penyengat telah berlangsung Februari lalu. Sedangkan Festival Bahari Kepri akan digelar di Tanjungpinang pada November nanti dan merupakan kali kelima digelar.

“Sedangkan Tour de Bintan yang bawa sepeda melintasi Bintan dan Tanjungpinang digelar pada September nanti dan merupakan tahun kedua digelar,” sebutnya.

Bintan Triathlon sendiri juga sudah digelar pada awal Juni yang lalu. Sedangkan Iron Man akan digelar pada akhir Agustus nanti.

“Iron Man ini merupakan event yang menyajikan perpaduan super antara renang, sepeda, dan berlari,” jelasnya.


F. bintantriathlon.com
Peserta Bintan Triathlon saat berlomba tahun lalu. Event ini masuk 10 besar Top Event nasional.

Sedangkan untuk penyelenggaraan acara Batam International Cultural Carnival (BICC) masih belum diketahui lebih lanjut nasibnya. Buralimar me-ngatakan saat ini event tersebut telah diambil alih oleh Kementerian Pariwisata. Sedangkan Badan Pengusahaan (BP) Batam yang pertama menggelarnya dan Pemko Batam mengaku tidak akan berpartisipasi dalam acara yang telah digelar dua kali tersebut.

“Kami akan koordinasi lagi dengan Kementerian Pariwisata. Karena masuk dalam salah satu 100 event nasional, maka Kemenpar akan anggarkan,” jelasnya.

Sedangkan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan coba menggelontorkan dana dari dana APBD Perubahan.

“Tapi karena anggaran kami terbatas, tidak akan semegah seperti sebelumnya. Konsepnya diubah, mungkin hanya karnaval saja, yang lain tak ada,” ujarnya.

Mengenai jumlah kunjungan wisman, masih jauh dari target yang telah ditetapkan.

Jumlah wisman terakhir yang berkunjung ke Kepri pada April lalu baru 916 ribu. Masih jauh dari target 4 juta untuk tahun ini. Persentasenya sekitar 24 Persen. Meski begitu, Pemerintah Pronvisi (Pemprov) Kepri masih optimis target akan tercapai. Mereka berharap lonjakan wisman di pengujung tahun.

“Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menurunkan target 20 juta kunjungan wisman menjadi 18 juta. Sehingga Kepri dapat 20 persen. Dari target 4 juta turun jadi 3,6 juta wisman,” jelasnya.

Sebenarnya, target Pemprov berdasarkan rencana pem­bangunan jangka menengah daerah (RPJMD) capai 2,4 juta. Buralimar yakin akan bisa tercapai dalam waktu dekat. Tapi untuk target dari Kemenpar, butuh waktu hingga akhir tahun.

“Target moderat kami itu 3 juta bisa tercapai,” sebutnya.

Untuk awal tahun, Buralimar menyatakan kunjungan memang masih sepi. Tapi memasuki Juli hingga Desember, kunjungan wisman akan melonjak. Ditambah banyaknya kegiatan pariwisata yang akan digelar. (leo)