Rabu, 8 April 2026

Kepala BP Batam sangat Yakin dengan Potensi Batam untuk Menggaet Investasi Baru

Berita Terkait

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edi Putra Irawadi mengatakan, BP Batam sangat yakin dengan potensi Batam dalam menggaet investasi baru. Ia me-ngatakan, BP Batam sudah mengantongi komitmen pena-naman modal asing (PMA) sebesar Rp 12,7 triliun pada 2020 mendatang.

“Rencana invesasi tersebut sebagai penanaman yang sudah siap atau sudah masuk pipeline. Kita tinggal eksekusi saja. Saya perkirakan 10 ribu tenaga kerja bisa terserap dari investasi tersebut. Kami sudah punya komitmennya dan sudah punya detailnya,” ungkapnya.

Nilai komitmen investasi ini memang berangsur-angsur naik hingga saat ini. Pada tahun ini, komitmen investasi yang sudah dikantongi BP Batam sebesar Rp 5,2 triliun, dimana Rp 1,1 triliun sudah terealisasi hingga April lalu.

“Ini belum maksimal. Kami harus manfaatkan peluang dari perang dagang dengan mendapatkan industri sunset dari Tiongkok atau dapatkan peluang investasi dari negara yang tak punya perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia,” katanya.

Kepala BP Batam Edi Putra Irawady
foto: batampos.co.id / cecep mulyana

Edi menambahkan bahwa saat ini ada banyak industri sunset yang merupakan indus-tri yang sedang mengalami masa kemunduran atau telah melewati masa puncaknya. Akibat perang dagang dan digitalisasi, kini industri menuju era 4.0, sehingga banyak industri dari negara maju tergeser perannya, contohnya industri tekstil.

Selain Tiongkok, India juga potensial untuk berinvestasi di Batam. Konsul Jenderal India di Medan untuk Sumatera, Indonesia, Raghu Gururaj mengatakan, India ingin mengekspolirasi potensi perdagangan antara India dan Batam.

“Saya tertarik dengan bagaimana Batam dikenal oleh dunia industri. Lokasi sangat strategis, jadi saya ingin tahu apa saja fasilitas yang ditawarkan Batam tentang pajak bea masuk impor dan ekspor barang komponen,” ungkap Raghu.

Ia mengatakan, sejumlah perusahaan besar India yang bekerja sama secara patu-ngan atau joint ventures dengan Afrika dan Eropa telah membuka cabang di Indonesia, juga menyampaikan niatnya untuk melihat kemungkinan ekspansi ke Batam.

“Industri India saat ini berkembang dengan pesat dan beberapa di antaranya sangat cocok dikalaborasikan dengan industri Batam. Mulai dari industri manufaktur, telekomunikasi, infrastruktur, kesehatan, pariwisata hingga industri perfilman,” ujarnya.

Update