Kamis, 2 April 2026

Satu Titik di Batam yang Aku Suka; Telaga Bidadari, Muka Kuning

Berita Terkait

Rully Dian Sari, saat di Telaga Bidadari

batampos.co.id – Bagi Rully Dian Sari, Telaga Bidadari adalah penawar setelah menjalani rutinitas kerja. Berada di sana, menikmati hijaunya hutan, gerak air terjun, menghadirkan kedamaian buatnya.

“Rasanya enak aja lihat yang hijau-hijau,” kata wanita berusia 24 tahun ini.

Rully mengaku cukup sering datang ke kawasan hutan yang terletak di Muka Kuning, Kecamatan Sungai Beduk ini. Biasanya ia datang dalam rombongan bersama teman-temannya, hal itu diakuinya selalu menjadi pertimbangan karena memang lokasi Telaga Bidadari ini memang masuk cukup jauh ke hutan.

“Awalnya takut karena memang masuk ke dalam hutan, tapi karena ramai-ramai jadi yakin aja aman insyaallah,” tutur warga Sungai Beduk ini lagi.

Rully biasanya berangkat ke kawasan hutan lindung ini pada akhir pekan, waktu terbaik untuk datang ke lokasi ini ketika musim hujan. Karena aliran air terjun di sana akan lebih besar dari biasanya. Pengunjung yang hadir bisa leluasa berenang sambil menikmati pemandangan dari telaga yang berada persis di tempat air terjun ini.

Telaga Bidadari ini, memang menjadi hal tak biasa untuk Batam. Sebagai kota industri, Batam menyajikan pembangunan kawasan industri di banyak lokasi. Geliat pembangunan sektor industri ini seolah meniadakan sisi lain Batam yang sejatinya memiliki keindahan alam yang terbilang mumpuni.

Di luar garis pantai yang terbentang mengelilingi pulau, ternyata Batam memiliki kawasan hutan lindung di tengah kota yang tidak banyak diketahui orang. Dimana di kawasan ini terdapat kolam pemandian yang oleh masyarakat sekitar dinamai Telaga Bidadari. Tepat berlokasi di jalur air dari bukit Daeng, sebuah bukit yang terbilang cukup besar dan tinggi di kawasan ini, membuat aliran air terus mengalir memenuhi telaga.

Cerita tentang Telaga Bidadari ini, lanjut Rully, tidak banyak didengarnya, ia hanya pernah mengetahu kalau lokasi ini pernah merenggut korban jiwa. Kondisi tersebut memang menjadi hal lumrah, alam dengan segala sisinya memang menyimpan misteri yang harusnya bisa dipahami. Sebagai manusia, kita memang dituntut menyiapkan diri ketika akan memasukinya. (bbi)

Update