batampos.co.id – Pemko Batam masih memikirkan alternatif pengganti plastik untuk diterapkan di masyarakat.

Alat alternatif yang nantinya akan dipakai secara masal, sebagai upaya untuk pemerintah untuk mengurangi kerusakan lingkungan.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad menuturkan, produk subsitusi plastik itu memang harus dipikirkan, sehingga jika nantinya pembatasan plastik itu dijalankan, masyarakat tidak akan kebingungan.

Ada prosesnya, kebijakan ini memang perlu waktu untuk penerapannya.

Mulai dari menghadirkan produk pengganti yang ramah lingkungan, sosialisasi di masyarakat, hingga nantinya produk tersebut.

ilustrasi

“Entah itu tas dari daun pandan dan sebagainya, kita perlu upaya untuk memasalkannya juga, hingga bisa dipakai semacam plastik sekarang ini,” kata Amsakar ketika ditemui di gedung DPRD Kota Batam pada Senin (24/6/2019).

Lebih jauh, Amsakar menjelaskan jika Pemkot Batam memang telah memikirkan masalah pengurangan penggunaan plastik ini.

Jika nantinya opsi-opsi yang dihasilkan memungkinkan kebijakan tersebut diterapkan. Maka pihaknya siap menelurkan kebijakan tersebut melalui Peraturan Walikota (Perwako) Batam.

“Sekarang pak wali (Wali Kota Batam, Muhammad Rudi) memerintahkan saya untuk mencari alternatifnya, jika opsi itu ada maka akan kita lanjutkan,” kata Amsakar lagi.

Upaya pembatasan plastik ini sendiri, beberapa waktu lalu sudah mulai diterapkan oleh sejumlah gerai yang ada di Batam.

Setiap warga yang ingin menggunakan plastik untuk membawa belanjaan mereka diharuskan membayar.(bbi)