Rabu, 15 April 2026

Lagi Bocah di Kota Batam Tewas Tenggelam di Kolam

Berita Terkait

batampos.co.id – Belum hilang di ingatan dengan tenggelamnya tiga bocah kakak beradik di kolam galian di Marina, Rabu (19/6/2019) lalu, musibah serupa kembali di wilayah yang sama.

Seorang bocah berusia dua tahun tewas tenggelam di kolam tamam depan perumahan Kota Mas Marina Cluster Atlanta, Minggu (23/6/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban diketahui  bernama Rifqie Arfan Suaqi, tak sempat diselamatkan warga. Korban diketahui terlepas dari pengawasan sang ibu yang sedang mengikuti arisan di salah satu rumah yang berada dekat dengan lokasi kolam.

Saat ditemukan korban sudah mengambang dalam kolam dengan kedalaman selutut orang dewasa itu.

Informasi yang didapatkan batampos.co.id di lapangan, anak ketiga dari Mulyadi itu diduga terpeleset saat bermain di lokasi kolam.

Kolam tersebut merupakan kolam taman hiasan persis depan gerbang masuk cluster Atlanta perumahan Kota Mas Marina.

Lokasi kolam tamam depan perumahan Kota Mas Marina Cluster Atlanta yang menewaskan bicah dua tahun di Kota Batam. Foto: eja/batampos.co.id

Peristiwa naas itu terkuak saat sang ibu yang menyadari bahwa anaknya tak berada di sekitar rumah lokasi mereka arisan.

Secara spontan sang ibu langsung bergerak menuju taman yang dikelilingi kolam berbentuk parit itu.

Sang ibu langsung terlukai lemas saat mendapati sang buah hati sudah mengambang di dalam kolam.

Oleh warga setempat, korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat namun nyawanya tak tertolong.

“Sekitar pukul 13.00 WIB ditemukan. Mungkin sudah lama anak itu (tenggelam) dalam kolam,” ujar ketua RW 18 perumahan Kota Mas Marina, Wahyudi di lokasi kejadian.

Usai menjalani penanganan medis di rumah sakit, jenazah korban diserahkan kembali ke keluarga dan langsung dimakamkan sore kemarin di TPU Seitemiang.

Kematian Rifqi meninggalkan duka yang mendalam bagi kedua orangtua dan keluarganya.

Lurah Tanjungriau, Agus Sofyan, yang datang ke lokasi kejadian menyayangkan kejadian itu.

Dengan adanya musibah itu, Sofyan berharap ada tindakan pengaman dari pihak pengembang dengan kolam-kolam yang ada.

“Jika memang tidak bisa mengelola lagi, sebaiknya diserahkan ke Pemko Batam untuk dijadikan Fasum yang berguna bagi masyarakat umum,” katanya.

Kapolsek Sekupang, Kompol Aji Fahrozi, membenarkan kejadian itu.(eja)

Update