batampos.co.id – Gunung yang terletak di Daik Lingga menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya bagi wisatawan lokal, tapi juga mahasiswa dan dosen yang merupakan peneliti dari National University of Singapore (NUS).

Mereka mendaki gunung bercabang tiga dengan ketinggian 1.165 meter di atas Permukaan Laut (MDPL) belum lama ini. Mereka mengaku terkesima dengan keindahan alam Bunda Tanah Melayu ini.

“Para peneliti ini berjumlah 9 orang yang terdiri dari 8 mahasiswa dan 1 dosen pembimbing. Mereka berasal dari 4 negara yaitu Jerman, Amerika, India, dan Singapura,” kata Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lingga Raja Fahrurrazi, Minggu (23/6) pagi.

Selain itu, Raja Fahrurrazi mengatakan sembilan tamu tersebut tidak hanya untuk melakukan riset terkait Gunung Daik, mereka juga melakukan penelitian terhadap habitat satwa burung yang ada dan hidup berkembang di Pulau Lingga.

Delapan mahasiswa dan satu dosen saat melakukan pendakian Gunung Daik di Kabupaten Lingga, beberapa waktu lalu.

Mereka didampingi guide dari Organisasi Petualang Alam Bebas Daik Lingga (Perpetual).
Selama dalam perjalanan pendakian, seluruh peneliti yang turut dalam ekspedisi itu terlihat sangat tertarik dan takjub dengan keindahan alam yang ada di Kabupaten Lingga ini.
Mereka juga menikmati air dari alam yang masih murni yang dilalui mereka selama dalam pendakian.

Dengan datangnya tim penelitian ini, Raja Fahrurrazi berharap dapat menjadi pintu awal bagi kedatangan wisatawan lainnya untuk datang ke Bunda Tanah Melayu ini.

Mereka yang telah datang dan menikmati keindahan alam Pulau Daik menjadi bagian dari promosi wisata Kabupaten Lingga.

Menurutnya, hutan Gunung Daik Lingga juga menyimpan potensi besar lainnya. Menurut kajian pada tahun 2013 oleh Jonotoro, Wijanarko dan Wijaya, hutan tersebut dapat dikategorikan sebagai Megabiodiversity, yang keaneka ragaman jenisnya dihitung menurut indeks shannon and wienner. Di mana keragaman hayati tersebut mempunyai nilai 4,2 plus untuk semua tingkat pertumbuhan. (wsa)

Loading...