batampos.co.id – Warga Baloi Persero yang menjadi korban kebakaran pada Sabtu (22/6/2019) kemarin mengeluhkan sakit.
Ketua RT 02 Baloi Persero, Suparmin, mengatakan, salah satu warga di pengungsian yang memiliki riwayat diabetes bahkan sempat mendapat penanganan di Puskesmas Lubuk Baja.
Sebelum akhirnya kembali ke pengungsian karena diperbolehkan menjalani rawat jalan.
“Tadi pagi ada satu warga yang dibawa ke Puskesmas, tapi kondisinya sudah baik jadi sudah dibolehkan pulang. Tapi tetap dipantau oleh tim medis,” kata Suparmin ketika ditemui di sekitar lokasi pengungsiang, Senin (24/6/2019).
Menurutnya, warga lainnya, juga sudah mengeluh mengalami gangguan kesehatan selama beberapa hari berada di pengungsian.

Akan tetapi kondisi mereka bisa ditangani oleh petugas medis siaga di lokasi kejadian.
“Petugas medis standby di sini, jadi warga yang mengeluh sakit langsung ditangani,” jelasnya.
“Biasalah sakit kalau bencana begini beban pikiran akhirnya jadi drop, tapi sudah ditangani semua, sampai mobil ambulans juga ada di sini,” kata Suparmin lagi.
Pantauan di lokasi pengungsian ini, tidak hanya tim medis yang napak bersiaga, tetapi juga terlihat petugas Satpol PP, tim Tagana, dan petugas kebersihan.
Untuk petugas kebersihan sendiri, Suparmin memnag yang meminta agar petugas kebersihan selalu mengangkut sampah di wilayah ini.
Karena hal tersebut berkaitan dengan ancaman kesehatan dan kenyamanan pengungsi selama berada di lokasi ini.
“Sampah di sini memang kita minta selalu diangkat, jangan sampai dia menimbulkan bau,” kata Suparmin.
