batampos.co.id – Warga yang mengunjungi Pantai Nongsa dan beberapa pesisir di sekitarnya mengeluhkan adanya pencemaran limbah minyak (sludge oil) di kawasan Nongsa, Minggu (23 /6/2019).
Diduga, limbah minyak yang mencemari pantai tersebut berasal dari pembuangan limbah kapal-kapal yang melakukan tank cleaning di tengah laut.
Salah satu pengunjung, Parimin, warga Batam Center, mengaku harus membuang pakaiannya setelah terkena limbah minyak setelah berenang dan bermain air di Pantai Nongsa.
Ia tak sadar, laut tempatnya menghabiskan waktu berakhir pekan itu banyak dicemari limbah sejenis oli bekas tersebut.

”Saya sempat lihat sedikit saja. Tapi pas selesai mandi, baju saya langsung hitam semua kena oli. Akhirnya saya buang karena susah hilangnya,” kesalnya.
Tak hanya limbah minyak, di pinggir pantai itu juga banyak sampah. Mulai dari sampah plastik hingga bungkus nasi.
Baca Juga: Pemko Batam Sebut Pantai Nongsa telah Bersih dari Limbah Sludge Oil
”Bungkus nasi dibuang sembarangan, pantai jadi kotor,” imbuhnya.
Hal senada dikatakan Kinza. Ia harus mencuci kakinya dengan sabun karena ada limbah minyak hitam yang lengket di kulit kakinya pasca berendam di tepi pantai.
”Olinya di pinggir-pinggir pantai saja, mungkin terbawa ombak,” katanya.
Sementara, Ida, warga Nongsa, mengaku, limbah minyak itu sudah cukup lama dikeluhkan warga. Bahkan, beberapa waktu lalu jumlahnya cukup banyak berada di pinggir pantai.
”Oli bekas ini mungkin sengaja dibuang dari kapal-kapal yang lewat,” terka Ida.
Baca Juga: Limbah Minyak Bekas Hantui Destinasi Wisata Nongsa
Meski begitu, adanya limbah tak menghalangi minat warga berkunjung ke pantai. Sebab, tiap akhir pekan pengunjung yang rata-rata merupakan warga Batam selalu ramai.
”Ada juga bagian pinggir pantai yang tak ada olinya,” ucapnya.
Terpisah, Batam Pos mencoba menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam Herman Rozie untuk meminta tanggapan atas limbah tersebut.
Namun, panggilan ponselnya tak kunjung diangkat.(she)
