Sabtu, 11 April 2026

Posko Pengungsian Akan Ditutup, Korban Kebakaran Baloi Persero Kebingungan Cari Dana untuk Sewa Rumah

Berita Terkait

batampos.co.id – Sebanyak 134 korban kebakaran di Baloi Persero Bawah, Sabtu (22/6/2019) lalu mulai gelisah.

Pasalnya masa pendirian posko pengungsian akan berakhir dalam waktu tiga hari lagi, tepatnya Jumat (28/6/2019) mendatang.

Mereka pun kebingungan untuk mencari tempat tinggal sementara karena tidak ada biaya.

Suparmin, Ketua RT 06 Baloi Persero, mengatakan hingga hari keempat di pengungsian para korban banyak menerima bantuan dari Pemko Batam dan masyarakat.

Mulai dari makanan, pakaian, dan sejumlah materi untuk memenuhi kebutuhan mereka selama berada di tenda darurat ini.

“Dinas Sosial rencananya membuka posko ini selama tujuh hari sejak kebakaran itu terjadi,” jelasnya kepada batampos.co.id, Selasa (25/6/2019).

“Sekarang itu yang dibutuhkan lebih ke materi, paling tidak dana untuk menyewa tempat tinggal sementara,” kata Suparmin lagi.

Barang-barang dapur milik korban kebakaran di Baloi Persero, Lubukbaja, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Sementara itu, untuk persoalan tempat tinggal, Pemko Batam telah menawarkan tempat tinggal di rumah susun (Rusun) Pemko Batam.

Baca Juga: Kelelahan, Korban Kebakaran Baloi Persero Mengeluh Sakit Kepala

Akan tetapi jarak rusun yang cukup jauh dari kediaman awal mereka, membuat tawaran itu tidak disambut antusias oleh para korban.

Namun beberapa korban kebakaran juga tidak mempunyai pilihan lain.

Baca Juga: Anak-anak Korban Kebakaran di Baloi Persero Mendapatkan Terapi Psikologi

Mau tidak mau mereka memilih tinggal sementara waktu di Rusun milik Pemko Batam, sampai kediaman mereka kembali dibangun.(bbi)

Update