Sabtu, 11 April 2026

Tinggi Badan Menjadi Kendala Pencari Kerja di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Ribuan pencari kerja (Pencaker) kembali memadati Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning, Senin (24/6/2019).

Sayangnya, membeludaknya jumlah pencaker tidak diiringi dengan jumlah lowongan yang ada. Meski lolos administrasi belum tentu para pencaker diterima di perusahaan yang dituju.

Alasannya bukan hanya pengalaman, tapi juga tinggi badan.

Mayasari, 22, salah satu pencaker, mengatakan, informasi lowongan kerja sangat minim di kawasan bursa kerja. Belum lagi, jumlah pencaker saban hari kian banyak.

“Kabarnya banyak PT (perusahaan) yang membuka lowongan, tapi jumlah pencaker juga bertambah dari luar daerah, persaingan jadi ketat, lowongan pun terbatas,” ujarnya.

Meskipun peluang untuk diterima sebagai pekerja sangat minim karena lowongan terbatas, namun ia tetap menunggu di kawasan bursa kerja itu.

Para pencari kerja memenuhhi Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo, Mukakuning. Foto: Yulitavia /batampos.co.id

Informasi yang dihimpun batampos.co.id, tidak setiap hari perusahaan di kawasan industri Batamindo membuka lowongan kerja.

Kalau pun ada, jumlahnya sangat terbatas. Salah satunya, PT Patlite yang membutuhkan tenaga kerja khusus wanita.

Di lokasi terlihat ratusan pencaker antre melewati alat ukur tinggi badan sebelum menyerahkan berkas lamaran kerja.

Perusahaan pertama yang membuka lowongan yakni PT Patlite yang membutuhkan tenaga kerja di posisi molding dan quality control (Qc). Namun, itu hanya khusus untuk wanita.

Dengan persyaratan tinggi badan minimal 155 sentimeter untuk perempuan, tak sedikit para pencaker wanita kecewa karena tingginya tidak mencukupi.

Selain itu, juga dipersyaratkan memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun di bidangnya.

“Sudah antre menunggu dari pagi berdesakan tapi tidak lolos kriteria karena tidak ada pengalaman di bidang yang dibutuhkan, padahal sudah melengkapi berkas lamaran,” kata Rima, pencaker asal Padang.

Tampak raut kekecewaan dari pencaker lainnya yang tak lolos dalam kriteria. Di antaranya karena tinggi badan dan pengalaman kerja.

“Pengalaman kerja saya tak ada di bidang yang dibutuhkan, soalnya dulu pernah kerja di posisi operator. Tampaknya seleksi semakin ketat,” ungkapnya.

Nasib serupa juga dialami penkacer lainnya. Kebanyakan pencaker beralasan mereka datang ke Kota Batam, kebanyakan ikut saudara.

Mereka, lanjutnya, kebanyakan mengincar posisi operator di perusahaan. “Upah kerja sebagai operator di Batam ini tinggi, atas ajakan saudara saya coba mencari peruntungan,” timpal salah satu pencaker yang tak ingin disebut namanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam Rudi Sakyakirti, mengakui, saat ini lowongan pekerjaan di Kota Batam masih terbatas dan tidak sebanding dengan jumlah pencaker.

“Padahal di daerah asal mereka juga ada perusahaan, namun mereka tetap memilih Batam. Alasannya upah di Batam cukup tinggi,” paparnya.(cr1)

Update