batampos.co.id – Andi, remaja berusia 15 tahun ini sudah seminggu terpaksa tinggal sendirian dirumahnya yang berada di Perumahan Taman Raya Tahap III. Dengan kondisi cacat dari lahir, tak bisa bergerak dan hanya duduk di kursi roda, untuk melakukan aktivitas seperti misalnya makan, atau apapun Andi selalu dibantu tetangga yang tinggal dilingkungan perumahan orangtuanya.

Andi tinggal sendirian di rumah orangtuanya dan terpaksa dirawat oleh para tetangganya bergiliran, karena ibunya, Yanti, yang akrab di panggil mamak Azis terbaring kritis di ruang perawatan Rumah Sakit Keluarga Husada Batam Kota.

Yanti sudah seminggu dirawat di Rumah Sakit Keluarga Husada karena menderita asam lambung atau maag kronis. Apalagi suaminya yang kerjanya hanya kuli bangunan, tak selalu rutin mendapatkan proyek bangunan, untuk membayar biaya perawatan Yanti di Rumah Sakit, tak akan mampu.

“Untuk biaya rumah sakit kemarin, warga Taman Raya ini yang bantu patungan. Alhamdulillah dari tagihan Rp 7 juta untuk perawatannya, separuhnya sudah terbayarkan dari hasil patungan warga,” ujar salah satu tetangga Yanti yang kebetulan istri dari Ketua RT 05 Taman Raya.

ilustrasi

Begitu juga kondisi ekonomi Yanti juga minim dan pas-pasan. Untuk menghidupi ketiga anaknya yang masih-kecil, Yanti terpaksa harus berjualan buger dan jagung susu yang menyewa di lapak salah satu minimarket di kawasan Botania I.

Meski sudah tahu kondisi lambungnya terserang maag akut, hal tersebut tak pernah ia rasakan.

“Gimana ya bang, tak mungkin ia tak jualan. Nanti anaknya mau makan apa kalau mamak Azis tak jualan. Kalau mengandalkan pendapatan suaminya yang hanya buruh bangunan dan buruh serabutan yang hasilnya tak pasti, tak akan mungkin bisa mencukupi kebutuhan ketiga anaknya. Makanya sakitpun sebenarnya tak pernah ia rasakan,” ujar para tetangga.

Info yang didapat Batam Pos dari tetangga terdekatnya, Yanti yang semula tak memiliki kartu BPJS Kesehatan, sudah diuruskan perangkat RT RW di lingkungan rumahnya. Rencananya Yanti akan dipindahkan perawatannya ke RSUD Embung Fatimah, usai semua tunggakan biaya perawatan di RS Keluarga Husada dilunasi.

Sementara dua anak Yanti yang masih berumur 3 tahun dan 7 tahun memilih menunggui ibunya di rumah sakit bersama ayahnya dan kerabat ayahnya. Hanya anak sulungnya saja, Andi yang tinggal di rumah dan dirawat secara bergiliran oleh warga sekitar. (gas)