batampos.co.id – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko menyatakan, Indonesia menjadi ‘surga’ tempat penyebaran narkoba yang dilakukan para bandar. Bahkan, saat ini ada 74 jenis narkoba baru yang beredar di Indonesia.

“Berdasarkan data dari United Nation Office on Drugs and Crime (UNODC) tahun 2018, pada 2009-2017 telah terdeteksi 803 NPS yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 111 negara,” kata dia pada puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di The Opus Grand Ballroom at the Tribata, Jakarta Selatan, Rabu (26/6/2019).



“Sedangkan 74 jenis NPS di antaranya beredar di Indonesia,” ujar Heru lagi.

Anggota Badan Narkotika Nasional Probinsi (BNNP) Kepri melakukan pengetesan barang bukti yang akan dimusnahkan di Kantor BNNP Kepri, beberapa waktu lalu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Menurut dia, tersebarnya narkotika jenis baru tersebut tidak hanya dari kegiatan perseorangan. Namun juga dari jaringan nasional dan internasional.

Dipaparkannya, dari 74 narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia, 65 jenis masuk dalam daftar UNODC dan telah diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan RI.

“Sedangkan sembilan jenis NPS lainnya yang masih belum diatur dalam peraturan Kementerian Kesehatan,” katanya.

Heru menyebut, pihaknya telah mengantongi angka prevalensi penyalahgunaan narkoba. Pada tahun 2017 sebesar 1,77 persen atau 3.7346.115 orang.

Sedangkan di kalangan pelajar pada 2018 dari 13 propinsi, mencapai angka 3,2 persen atau setara 2,29 juta orang.

“Ada peningkatan mulai anak-anak dan sampai kalangan ASN, dan TNI-Polri,” ujar dia.

Heru mengharapkan perang terhadap penyalahgunakan narkoba tidak berjalan setengah-setengah dan dilakukan secara komperhensif dengan melibatkan seluruh elemen bangsa, baik instansi pemerintah maupun masyarakat.(gw/zul/fin/jpnn)

Loading...