Jumat, 10 April 2026

Dinas Pendidikan Kota Batam Mutasi Guru untuk Penuhi Kekurangan

Berita Terkait

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam memutasi beberapa tenaga guru untuk ditempatkan di sekolah yang telah didirikan usai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, beberapa guru dan kepala sekolah akan ditempat di sekolah baru.

Sekolah baru yang dibuka rata-rata memliki dua rombongan belajar. Menurutnya kebutuhan guru belum terlalu banyak untuk tahun pertama ini.

“Masing-masing sekolah nanti ada kepala sekolah juga,” katanya, Kamis (27/6/2019).

“Untuk sementara bisa saja kepala sekolah turut mengajar untuk membantu keterbatasan tenaga guru,” ujarnya lagi.

Ilustrasi guru saat membantu siswa baru di sekolahnya. Foto: Dokumentasi Batam Pos. 

Kata dia, empat sampai lima guru cukup untuk sementara memenuhi tenaga pendidik di sekolah baru tersebut.

Selain itu lanjutnya, kekurangan guru ini akan memanfaatkan calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru saja diterima beberapa waktu lalu.

“Saat penempatan CPNS ini ada beberapa sekolah gurunya yang berlebih, meskipun tidak terlalu banyak,” jelasnya.

“Jadi CPNS juga akan ditempatkan di sekolah baru. Mereka mulai aktif mengajar 15 Juli mendatang,” paparnya lagi.

Kata dia, CPNS tersebut Nanti akan membantu proses belajar dan mengajar di sekolah baru tersebut.

Ia menambahkan, pihaknya sudah mengajukan tambahan tenaga guru melalui perekrutan pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun ini.

Menurutnya jika memang dibuka nantinya kekurangan guru bisa teratasi.

“Kalau untuk merekrut tenaga honorer baru itu merupakan kebijakan pimpinan,” paparnya.

“Untuk saat ini masih memanfaatkan guru yang ada, jika mendesak akan kami sampaikan terkait penambahan ini,” tambahnya lagi.

Sementara untuk siswa yang menumpang di sekolah dasar (SD) lainnya, kata dia, akan dibantu oleh guru sekolah yang ditumpangi untuk proses belajarnya.

Guru akan diperbantukan mengajar di sekolah yang menumpang tersebut.

“Tidak ada masalah, kalau pun mereka harus bekerja melebihi jam mengajar itu terpaksa dilakukan,” ujarnya.

“Saya rasa kalau ASN sudah harusnya seperti itu, mereka sudah biasa kerja di luar jam wajib,” kata dia lagi.

“Seperti pesan Pak Wali ASN harus bersedia melayani kebutuhan masyarakat,” paparnya.(yui)

Update