batampos.co.id – Ratusan karung berisikan limbah campuran serbuk plastik dan elektronik masih menumpuk di sebuah gudang berpagar seng di pinggir jalan menuju Kampung Tua Dapur 12, Seipelenggut, Sagulung.

Informasi yang didapat, lokasi penyimpanan limbah yang dianggap berbahaya itu sepertinya dilindungi oleh pihak-pihak sehingga penanganan berjalan ditempat.

Kecurigaan cukup beralasan sebab sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Batam sudah menyegelnya namun tak kunjung ditindak lanjuti hingga, Jumat (28/6) siang.

Masyarakat sekitar kembali angkat suara, berharap agar limbah-limbah tersebut segera ditindak lanjuti, diangkut ke tempat yang seharusnya, sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

“Sekarang lagi musim hujan, limbah ini tentu terkontaminasi dengan air yang mengalir ke jalan atau lingkungan tempat tinggal,” ujar Purnomo, warga Dapur 12, Sagulung, Jumat (28/6/2019).

“Ini yang dikhawatirkan, seharusnya dibersihkan dibawa ke tempat yang seharusnya,” kata dia.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam menyegel tumpukan limbah bekas elektronik dan plastik yang ditemukan di sekitar Kampung Tua Dapur 12. Foto: Eja/batampos.co.id

Sementara itu Ketua RW 10 Zulkifli Hasibuan, berharap agar limbah tersebut segera dipindahkan.

“Masyarakat sudah resah dan ini sudah disampaikan ke pihak-pihak terkait,” katanya.

“Harus dipindahkan, jangan di sini karena ini dekat dengan pemukiman,” ujarnya.

Baca Juga: Lagi, DPRD Kota Batam Sidak Perusahaan yang Gunakan Limbah Plastik

Sekretaris Camat Sagulung, Adrianus, saat kembali dikonfirmasi mengakui limbah-limbah tersebut belum dipindahkan.

Namun demikian mereka tak bisa berbuat banyak sebab kewenangan penindahkan ada di DLH.

“Ditangani DLH itu, kami cuma mengawasi dan melaporkan apa yang dikeluhkan warga,” ujarnya.

Sementara pihak DLH belum memberikan komentar apapun terkait penumpukan limbah tersebut. Kadis DLH, Herman Rozie, belum bisa dihubungi hingga siang.

Pantauan di lapangan, limbah campuran itu ada yang dibiarkan berserak saja dalam gudang dan ada juga yang dikemas dalam karung.

Limbah ini tidak saja bekas barang elektronik atau plastik utuh tapi juga ada yang berupa serbuk yang sudah diolah untuk didaur ulang.

Di sekitar lokasi gudang masih terpajang garis pembatas atau penyegelan dari DLH.(eja)