Jumat, 10 April 2026

Nekat Betul, Kapal Perang Pesanan Kementerian Pertahanan Dipreteli Maling

Berita Terkait

batampos.co.id – November 2012 Kementerian Pertahanan memesan satu kapal perang jenis bantu cair minyak (BCM) ke PT Anugerah Buana Marine (ABM) yang berada di Bojonegoro, Serang, Banten, dan direncanakan selesai dalam waktu 24 bulan.

Namun hal itu tidak terwujud disebabkan material kapal perang dipreteli oleh tujuh pencuri pada Selasa (26/6/2019).

Pemesanan kapal itu dibiayai oleh APBN 2011 sebesar Rp 160 miliar. Kapal BCM yang dibuat di Bojonegara itu memiliki spesifikasi cukup besar.

Panjang kapal mencapai 95,50 meter, lebar 17,50 meter. Kapal itu juga menggunakan sepasang mesin berkekuatan 6100 HP yang menghasilkan kecepatan maksimal 18 knot.

Material kapal perang yang dipreteli maling di PT Anugerah Buana Marine (ABM), Serang, Banten. Foto: radar Banten/jpnn

Nantinya, kapal tersebut dapat mengangkut cairan minyak sebanyak 5.000 matrik. Material kapal direncanakan menggunakan 100 persen kandungan lokal dan dikerjakan oleh tenaga ahli dalam negeri.

Namun hingga 2019, kapal tersebut belum juga rampung. Chief Security PT ABM Muhammad Arifudin, membenarkan peristiwa pencurian material kapal tersebut.

Menurutnya, tujuh pelaku pencurian sudah diamankan polisi sebelum berhasil membawa besi hasil curian dengan menggunakan perahu.

“Pelakunya masuk lewat jalur laut dan memasukkan alat pemotong juga melalui jalur laut. Jumlah sekira sepuluh orang (pelaku-red), tetapi yang tertangkap hanya tujuh orang,” katanya.

Dikatakan Arifudin, besi yang dicuri pelaku merupakan bagian material kapal perang pesanan Kemenhan kepada PT ABM. “Kapal yang dipreteli ini aset negara milik Kemenhan,” ungkapnya.(brp/bam/ira/jpnn)

Update