Rabu, 11 Februari 2026

ATB-BP Batam Festival Hijau 2019, Seiharapan Jadi Pusat Kegiatan Tanam Pohon

Berita Terkait

batampos.co.id – Penanaman bibit pohon akan kembali menjadi puncak kegiatan ATB–BP Batam Festival Hijau 2019.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam telah menentukan titik penanaman bibit pohon di Seiharapan dan Duriangkang.

”Rencananya 400 bibit pohon ditanam di hutan Dam Seiharapan dan 600 bibit di Hutan Dam Duriangkang,” kata Head of Corporate Secretary PT ATB, Maria Jacobus, Jumat (28/6/2019).1

“ATB dan BP Batam, bersama-sama dengan komunitas Budaya Mangrove sudah mendatangi lokasinya dan menentukan titik-titiknya,” kata dia lagi.

Kata dia, kegiatan penanaman bibit pohon dalam Festival Hijau 2019 akan diawali dengan acara sepeda santai dengan titik start di Kepri Mall menuju ke Dam Seiharapan, Minggu (28/7/2019) mendatang.

Menurutnya, tim Event Organizer & Corporate Social Responsibility (EO & CSR) ATB beserta Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam, Hadjad Widagdo, dan Ketua Budaya Mangrove, Feri Irian, telah meninjau langsung kondisi hutan lindung yang akan ditanami bibit pohon.

”1.000 bibit pohon yang akan ditanam di kedua hutan tersebut dianggap paling mendesak untuk dilakukan penanaman, karena mengalami kerusakan cukup parah,” terang Maria.

Ia menjelaskan, dalam peninjauan lokasi di sejumlah titik di Hutan Dam Seiharapan, kerusakan terlihat dari jumlah pohon yang sekarang ada mulai berkurang akibat terbakar.

Sehingga perlu dilakukan upaya rehabilitasi untuk menjaga kualitas hutan tersebut.

”Karena pentingnya peran hutan untuk menjaga ketersediaan air, maka bibit pohon yang dipilih juga cukup menjadi perhatian,” jelasnya.

“Bibit pohon yang dipilih adalah pohon keras yang berusia panjang, dan pohon yang menghasilkan buah untuk menjaga ekosistem alami hutan,” paparnya lagi.

Tim PT ATB beserta Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam Hadjad Widagdo, dan Ketua Komunitas Budaya Mangrove Feri Irian, meninjau langsung kondisi hutan lindung Seiharapan yang akan ditanami 400 bibit pohon dalam Festival Hijau, Minggu (28/7/2019) mendatang. Foto: PT ATB untuk Batam Pos

Salah satunya adalah pohon trembesi yang dikenal menyerap banyak karbondioksida dan mengeluarkan lebih banyak oksigen.

Pohon itu juga kata dia, memiliki daya serap air yang besar. Selain pohon trembesi, tim juga akan menanam bibit pohon jambu mete yang biasanya menjadi konsumsi hewan liar yang ada di hutan.

Keberadaan pohon ini dianggap mampu menjaga kelestarian satwa yang mendukung ekosistem alami hutan.

Tak hanya itu, bibit pohon pulai, merbau dan mahoni pun juga akan turut ditanam dalam kegiatan ATB-BP Batam Festival Hijau 2019.

”Secara simbolis, penanaman bibit pohon akan dipusatkan di hutan Dam Seiharapan,” ucap Maria.

Sementara penanaman di hutan Dam Duriangkang akan dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Penanaman bibit pohon tersebut nantinya diikuti sejumlah stakeholder terkait, serta sejumlah komunitas pencinta lingku-ngan hidup dan komunitas sepeda.

”Karena melibatkan beberapa tamu undangan yang akan ikut menanam bibit pohon secara simbolis, lokasi yang dipilih adalah yang aksesnya lebih mudah,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Waduk BP Batam Hadjad Widagdo.

Hadjad menambahkan, ATB dan BP Batam mempunyai perhatian serius dalam meningkatkan penghijauan, terutama di Dam Seiharapan dan Dam Duriangkang.

Kesempatan penanaman pohon akan digunakan untuk menghijaukan dan menjaga area resapan air.

Ketua Budaya Mangrove, Feri Irian, turut mengapresiasi upaya ATB dan BP Batam dalam melestasikan hutan di area tangkapan air.

Menurutnya, lokasi yang dipilih juga cukup ideal, karena merupakan bekas area kebakaran hutan dan sejumlah titik sudah gundul.

”Mayoritas pohon nanti akan ditanam di lokasi di seberang danau. Lokasinya ideal dan kita jamin pohonnya akan hidup karena tidak akan tersentuh oleh aktivitas lain,” jelas Feri.

Komunitas Budaya Mangrove yang berpartisipasi dalam ATB–BP Batam Festival Hijau tahun ini, juga bersama dengan sejumlah organisasi Siswa Pencinta Alam (Sispala) dan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), akan aktif dalam perawatan bibit pohon yang ditanam tersebut.

Diketahui, Festival Hijau merupakan bagian dari program konservasi sumber daya air yang dilaksanakan ATB sejak 2011.

Tahun ini, Festival Hijau turut menggandeng media Harian Pagi Batam Pos, komunitas pecinta lingkungan Budaya Mangrove, Mapala Universitas, hingga organisasi pencinta alam pelajar untuk merawat bibit pohon hingga tumbuh dengan baik.(nji)

Update