batampos.co.id – Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 735 gempa yang mengguncang beberapa wilayah di Indonesia.

Aktivitas alam ini didominasi gempa dengan magnitudo kecil. Terakhir yang tercatat di BMKG adalah gempa di Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara, Jumat (28/6/2019).

Gempa bumi berkekuatan 4,5 Skala Richter (SR) terjadi sekitar pukul 02.49 WIB. Getaran gempa bahkan terasa hingga Kota Sibolga.

“Secara umum jumlah aktivitas gempa bumi lebih banyak terjadi di wilayah Indonesia timur,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).

ilustrasi

Kata dia, gempa Gunungsitoli kemarin sore, skala intensitas getaran yang dirasakan warga adalah III-IV MMI.
Skala tersebut berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah.

“Meski hanya berlangsung beberapa detik, getaran juga menyebabkan pintu atau jendela berderik dan dinding berbunyi,” kata BMKG.

Episenter gempa berada di laut, sekitar 34 km arah timur laut Gunungsitoli.

Sedangkan hiposenternya tercatat berada pada kedalaman 10 km. Warga Sibolga mengaku, gempa terasa menggoyang kuat meski hanya sekejap.

Daryono memaparkan, selama bulan Juni, gempa dengan magnitudo kecil kurang dari magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 700 kali.

Kemudian, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi sebanyak 35 kali.

“Jumlah gempa dirasakan terjadi sebanyak 65 kali dalam berbagai variasi magnitudo,” kata dia.

Sepanjang Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak tiga kali gempa dengan kategori merusak.

Pertama gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi di Kabupaten Sarmi, Papua pada 20 Juni 2019.

“Gempa Sarmi merusak 50 bangunan rumah dan tiga gedung sekolah di distrik Ismari dan Sarmi Selatan,” kata Daryono.

Kemudian, gempa yang terjadi pada 24 Juni 2019 berkekuatan magnitudo 6,1 di wilayah Mamberamo Tengah, Papua, dan di Laut Banda dengan magnitudo 7,3.

“Gempa Mamberamo raya merusak 36 rumah di Kampung Munukania. Gempa laut Banda merusak bangunan masjid di pulau Kei besar Kabupaten Maluku Tenggara,” kata Daryono.(kps/jpnn)