batampos.co.id – Sejak bencana kebakaran di kawasan Baloi Persero Bawah, Kecamatan Lubuk Baja, pada Sabtu (22/6) lalu, Suparmin, Ketua RT 06 Baloi Persero terus berada di posko pengungsian.

Bersama warga sekitar, ia terus mendampingi 134 warganya yang menjadi korban.

Sebagai ketua tim di posko bencana kebakaran yang dibangun oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam, Suparmin mengaku dirinya harus selalu berada di lokasi tersebut.

Barang-barnag dapur milik korban kebakaran di Baloi Persero, Lubukbaja, Kota Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Akibatnya, ia harus berulangkali tidak masuk kerja.

“Sejak kebakaran itu, saya belum masuk kerja lagi, mau bagaimana lagi, saya harus di sini,” katanya saat ditemui batampos.co.id, Sabtu (29/6/2019).

Suparmin yang merupakan pekerja proyek itu mengaku dilema. Satu sisi dirinya memiliki kewajiban untuk melayani warganya yang tengah ditimpa bencana.

Di sisi lain ia juga memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaannya kepada pimpinannya.

“Bos ada beberapa kali suruh masuk, tapi saya bilang kondisi yang tengah dialami warga,” kata Suparmin lagi.

Suparmin melanjutkan, ia sampai saat ini masih fokus untuk bisa membantu korban yang kehilangan rumah dan seluruh harta benda mereka.

Kondisi ini dinilainya sangat penting, apalagi statusnya sebagai RT yang membawahi para korban.

Suparmin juga tidak menyalahkan pimpinannya yang meminta dirinya untuk masuk kerja. Karena memang hal itu sudah menjadi tanggung jawabnya.

“Mau bagaimana lagi, cuma bisa berharap bisa segera kerja kembali. Semoga urusan di sini bisa cepat selesai,” kata dia lagi.