batampos.co.id – Denise Rahmeli sejatinya merupakan anak yang pemalu. Namun, gadis kelahiran Pangkal Pinang, 1 Desember 1997 itu justru bercita-cita ingin menjadi seorang yang multitalent di bidang seni.
”Banyak ngak percaya, apa-apa malu berbaur dengan teman-teman,” ujar Denis, sapaan akrabnya.
Seiring waktu, ia kian tertarik menonton televisi terutama melihat lakon seorang bintang.
”Kalau nonton film atau drama, langsung terniat dalam hati ingin menjadi seperti mereka,” terangnya.
Dorongan keinginan itu yang mulai membawa Denis menunjukkan bakatnya dalam akting.

Meski kini ia sudah menjadi mahasiswi di UIB jurusan Manajemen dan sudah masuk semester terakhir, ia merasa keinginannya untuk bisa menjadi bintang di seni peran belum terlambat.
“Saya ikut audisi yang waktu itu digelar Batam Acting Class (BAC), dan ternyata lolos 30 besar,” ujarnya.
“Sekarang sudah main dua film, dan sedang proses untuk garapan film ketiga,” kata anak keempat dari lima bersaudara tersebut.
Selain di akting, ia juga tak lagi takut untuk tampil di muka umum menjadi seorang presenter. Ilmu tersebut didapatkannya sejak bergabung di BAC.
”Saya sangat bersyukur dapat bergabung di BAC. Banyak perubahan bagi diri saya untuk menunjukkan potensi yang saya punya,” jelasnya.
“Dari sini saya berusaha untuk lebih percaya diri lagi,” tutur Denis lagi.
Putri dari pasangan Muhammad Alifiah dan Ernawaty itu kini tengah berjuang dalam menyelesaikan tugas akhirnya.
”Selanjutnya bisa fokus ke karir dan ingin mengembangkan potensi diri untuk menjadi seorang bintang,” ucap wanita yang gemar memasak dan menari itu.(nji)
