batampos.co.id – Gelombang panas di Spanyol berdampak luar biasa. Sekitar 6.500 hektare lahan dan hutan terbakar di Tarragona, Catalunya, Kamis (27/6/2019).

Sekitar 400 pemadam, 12 unit mobil pemadam, kendaraan, dan pesawat-pesawat pengangkut air dikerahkan ke lokasi. Sebanyak 53 orang yang rumahnya dekat dengan titik api juga sudah dievakuasi.

”Kami menghadapi kebakaran serius dalam skala yang belum pernah kami lihat dalam 20 tahun terakhir,” cuit Menteri Dalam Negeri Wilayah Catalunya Miquel Buch di akun Twitter-nya.

Petugas pemadam kebakaran meminta penduduk untuk tak keluar rumah serta menutup pintu dan jendela rapat-rapat agar tidak menghirup asap.

Proses pemadaman sulit karena suhu tinggi akibat gelombang panas yang kini melanda Eropa. Spanyol juga sudah mencatat satu kematian akibat cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.

Seorang remaja 17 tahun yang bekerja untuk memanen di perkebunan Andalusia terkena heatstroke alias sengatan panas.

Warga Spanyol memadati pantai menghindari serangan gelombang panas, Sabtu (28/6/2019). Foto: Jose Jordan/AFP

Pemuda itu tiba-tiba merasa kepanasan saat bekerja. Dia lantas berenang di kolam, tapi malah mengalami kejang-kejang saat keluar.

Remaja tersebut sudah dilarikan ke rumah sakit di Cordoba. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Di Villevieille, Prancis, suhu udara kemarin (28/6/2019) mencapai 45,2 derajat Celsius.

Itu adalah suhu tertinggi yang pernah tercatat. Rekor sebelumnya adalah 44,1 derajat Celsius pada 2003.

Kala itu ribuan orang meninggal di Prancis karena udara yang ekstrem tersebut. Sementara itu, panas yang berkepanjangan juga mengakibatkan krisis air di India.

Di Chennai, air keran sudah tidak mengalir. Penduduk harus mengantre untuk memompa air sumur sejak dini hari. Gara-gara berebut antrean, seorang perempuan ditusuk dengan pisau.

”Situasinya saat ini benar-benar menyiksa mental,” ujar Vani, salah seorang penduduk, seperti dikutip The Guardian. Gara-gara antrean tersebut, dia harus membuka salon kecantikannya menjelang tengah hari.(sha/c7/dos/*/jpg)