TAK selamanya perkampungan di Daerah Aliran Sungai (DAS) selalu terkesan kumuh dan tidak terawat. Anggapan ini, dipatahkan Kampung Warna-warni dan Tridi yang terletak berseberangan di bantaran Sungai Brantas, Jodipan, Malang, Jawa Timur.

Beberapa tahun berbenah, kampung itu kini semakin kinclong. Tak hanya kaya warna, tapi juga kawasannya semakin bersih, setelah ada program pengecatan ulang oleh warga.

Salah satunya dilakukan Sony Parin yang mengecat genteng rumahnya dengan warna biru.

Dia menyebutkan, pengecatan ulang dilakukan jika memang sudah dirasa warnanya sudah memudar.

”Tidak semua rumah. Cuma beberapa rumah yang memang dirasa catnya memudar,” ungkapnya, Kamis (20/6/2019) lalu.

Kampung Warna Warni dan Kampung Tridi dipisahkan sungai. Foto: Ahmad Nurhidayat/Radar Malang

Dia menjelaskan, untuk pengecatannya, warga menggunakan uang kas. Uang itu dibelikan cat dan digunakan secara bersama-sama.

”Tentunya, itu dari hasil iuran warga juga. Jadi, tidak memberatkan,” terang bapak dua anak tersebut.

Sony menambahkan, untuk pengecatan ulangnya juga tidak selalu menunggu pudar. Namun, dalam momen tertentu ada juga warga yang mengecat ulang rumahnya.

”Misalnya, seperti Piala Dunia tahun lalu kami cat ulang dan disesuaikan dengan tema sepak bola,” imbuh pria yang juga ketua RW 02 itu.

Di sisi lain, dengan adanya pengecatan ulang itu selain untuk peremajaan juga untuk menjaga warnanya. Jadi, saat dilihat tetap enak dipandang.

”Kalau ada satu saja yang hilang atau warnanya sudah pudar, kan tidak enak dilihat. Karena itu, kami terus perbarui cat dan kreasi-kreasi gambarnya agar selalu tampak baru,” ungkapnya.

Pintu masuk Kampung Wisata Jodipan Malang. Foto: Hanung Prabowo/Blogger

Kampung yang dulunya kumuh kini tampil cantik dengan warna mencolok dan mural yang menghiasi dinding rumah warga Jodipan.

Sehingga tak dinyana, kampung yang dulu dihindari ini, kini menjadi kampung wajib kunjung bagi para pejalan yang berkunjung ke Malang.

Selain warna dan mural yang unik, kampung ini juga menjadi lahan selfie bagi anak muda.

Dengan dijadikannya Kampung Warna-Warni dan Tridi sebagai destinasi wisata telah banyak mengangkat perekonomian warga melalui berjualan makanan dan minuman.

Serta mengubah perilaku warga yang sering membuang sampah di sungai. Nah, untuk berwisata di Kampung Warna-Warni ini, cukup membayar sebesar Rp 2.000 per orangnya.

Tiket masuknya berupa stiker yang bisa dijadikan kenang-kenangan. Untuk biaya parkir kendaraan bermotor sebesar Rp 2.000 per sepeda motor, Rp 5.000 per mobil, dan untuk bus pariwisata berkisar dari Rp15.000 sampai Rp 25.000.(AHMAD NUR HIDAYAT/Radar Malang)

Loading...