batampos.co.id – Sebanyak 38 kontainer dari 65 kontainer berisi limbah plastik yang diperiksa oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Bea Cukai (BC) dipastikan mengandung limbah bahan beracun dan berbahaya (B3).

Kontainer-kontainer tersebut akan diekspor kembali ke negara asal dalam waktu dekat. Direktur Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) KLHK, Rosa Vivien Ratnawati, mengatakan, temuan terhadap 65 kontainer yang terindikasi limbah B3 dan sampah telah dilakukan pemeriksaan.

“Pemeriksaan dilakukan bersama oleh KLHK, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam dan Bea Cukai secara visual dengan membuka kontainer dan dilakukan pemeriksaan laboratorium,” kata kepada batampos.co.id, Senin (1/7/2019).

Dari hasil pemeriksaan, KLHK, kata dia, 16 kontainer dinyatakan bersih, 11 kontainer bercampur dengan sampah dan 38 kontainer terkontamiasi limbah B3.

“Kontainer yang terkontaminasi sampah atau limbah B3 akan kami reekspor,” tegasnya.

Kontainer yang berisi limbah plastik yang berada di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Negara tujuan reeskpor antara lain Prancis, Jerman, Australia, Hongkong dan Amerika Serikat.

“Untuk proses reekspor sedang dalam proses,” ujarnya singkat.

Mengenai nama-nama perusahaan yang memiliki kontainer limbah plastik yang terkontaminasi B3, Rosa masih enggan menyebut.

“Nanti ya mas, itu dulu infonya,” jelasnya.

Namun, mengenai sanksi, KLHK akan bersikap tegas.

“Yang dapat dilakukan KLHK adalah pencabutan rekomendasi atas izin impor dari Kementerian Perdagangan,” jelasnya.(leo)