Selasa, 28 April 2026

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dorong Potensi Kreatif Perfilman di Kota Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Gala premiere film Melayu Ramlie oii Ramlie diputar di Blitz Theatre Kepri Mall, Minggu (30/6/2019).

Pemutaran perdana film ini dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan serta dipadati penggemarnya.

Tidak sedikit masyarakat Kota Batam datang dan ingin menyaksikan film yang diangkat dari novel karya Yanis Alfata itu.

Film tersebut menceritakan drama komedi bernuansa Melayu yang pengambilan gambar dan filmnya dilakukan di Kota Batam.

Sutradara film Ramlie oii Ramlie, Fajri Andikan, mengatakan, ide pembuatan film tersebut telah ada sejak 2018 lalu.

”Orang pertama yang saya cari adalah Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Batam yang juga kebetulan sangat mendukung film tersebut,” kenang Fajri.

Film itu lanjutnya, mengangkat budaya Melayu yang dikemas sesuai perkembangan zaman modern di Batam.

Sosok utama dalam film, bukanlah Ramlie yang tenar pada era 50-an itu, akan tetapi anak kecil yang memiliki kelakuan layaknya sosok Ramlie yang tersohor dalam film-film.

Pemain dan tamu undangan menyaksikan gala premier film Melayu, Ramlie oii Ramlie yang diputar di Blitz Theatre Kepri Mall, Minggu (30/6/2019). Foto: Rengga Yuliandra/batampos.co.id

Ramlie oii Ramlie selanjutnya dikemas dalam alur film yang lucu, penuh dengan komedi. Tontonan itu tidak sekadar menyuguhkan humor segar, namun juga penuh dengan nilai-nilai budaya Melayu yang kental, yang mengajarkan kebaikan.

Film itu juga diisi dengan banyak lagu, tari, dan pantun khas Melayu.

”Benang merahnya penggemar Ramlie, saya ingin mengajak penonton ketawa dan sekaligus membangun kepedulian terhadap budaya daerah,” katanya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan, kehadiran film Ramlie Oii Ramlie menandakan bahwa Batam memiliki potensi industri perfilman yang cukup bagus.

Menurutnya, Batam merupakan kota yang sudah tumbuh dan memiliki segudang karya anak-anak milenial yang menghasilkan satu dari 16 ekonomi kreatif.

”Pemerintah pusat melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mendorong anak-anak milenial menghasilkan karya ekonomi kreatif, salah satunya perfilman ini,” ujarnya.

“Dan Batam sangat konsen terhadap perkembangan ekonomi kreatif ini,” ujar Ardi lagi.

Disinggung mengenai film Ramliee oii Ramlie, Ardi menilai, film ini sangat mendidik dan kuat dalam penuturan dan sinematografinya.(rng)

Update